Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Hukum Netral

1.900 Pegawai Kemensos Terlibat Judol, Gus Ipul Ancam Sanksi Pemecatan

Selasa, 8 September 2026, 23:04 WIB Sumber: CNN Dibaca 1 kali
Ukuran:

Sebanyak 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) terindikasi bermain judi online berdasarkan laporan PPATK, dengan sebaran di berbagai unit kerja. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengancam sanksi disiplin berjenjang hingga pemecatan tidak hormat bagi yang terbukti terlibat, dengan lebih dari 70 persen dari yang terindikasi telah mengakui keterlibatannya. Proses verifikasi dan audit keuangan ditargetkan rampung akhir September 2026.

Poin-Poin Utama

  • 1.900 pegawai Kementerian Sosial terindikasi bermain judi online berdasarkan data PPATK.
  • 124 pegawai terindikasi berasal dari Sekretariat Jenderal.
  • 191 pegawai terindikasi berasal dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial.
  • 179 pegawai terindikasi berasal dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.
  • Tiga pegawai terindikasi berasal dari Inspektorat Jenderal.
  • Sisa pegawai terindikasi tersebar di Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial.
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengancam sanksi bagi pegawai yang terbukti terlibat.
  • Sanksi berlaku berjenjang: disiplin ringan, sedang, hingga berat.
  • Lebih dari 70 persen pegawai yang diklarifikasi mengakui pernah terlibat judi online.
  • Terdapat perbedaan kategori keterlibatan judi online antar-pegawai.
  • Gus Ipul menyebut judi online berdampak pada kehidupan pribadi, keluarga, kinerja, dan utang.
  • Target rampung proses verifikasi dan audit keuangan adalah akhir September 2026.
  • Pegawai terbukti menggunakan uang kementerian untuk judol terancam pemecatan tidak hormat.
  • Pernyataan Gus Ipul disampaikan pada Selasa (8/9) melalui keterangan Antara.
  • Gus Ipul mengkategorikan penggunaan uang kementerian untuk judol sebagai pelanggaran berat.
Tagar Terkait
#asn#kemensos#saifullah yusuf#gus ipul#judi online#ppatk#judol
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya