Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Xi Jinping Telepon PM Inggris: Cari Titik Temu Sembari Terima Perbedaan

Rabu, 9 September 2026, 02:52 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

China sempat tegang karena isu Hong Kong, pelarangan Huawei di jaringan 5G, dan catatan hak asasi manusia Beijing, namun Burnham berjanji berinteraksi secara terus terang. Xi juga menyoroti kasus nasionalisasi British Steel oleh Inggris yang sebelumnya dimiliki perusahaan China Jingye Steel dan berharap London melindungi hak investor China.

Poin-Poin Utama

  • Xi Jinping melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pada Rabu (9/9/2026).
  • Pembicaraan tersebut diprakarsai oleh pemimpin Partai Buruh Inggris Andy Burnham.
  • Percakapan ini menjadi komunikasi publik pertama Burnham dengan Xi sejak menjabat pada Juli 2026.
  • Burnham menggantikan Keir Starmer, yang mengundurkan diri setelah memimpin tahap awal perbaikan hubungan dengan Beijing.
  • Xi menyatakan bahwa kepentingan bersama kedua negara lebih besar daripada perbedaan sistem sosial dan realitas nasional.
  • Xi menyerukan rasa saling menghormati, saling percaya, melampaui perbedaan, dan memperluas kerja sama saling menguntungkan.
  • Burnham berjanji untuk berinteraksi secara terus terang dan konstruktif mengenai isu-isu penting kedua negara.
  • Topik pembahasan mencakup keamanan dalam negeri, perang Rusia di Ukraina, Hong Kong, hak asasi manusia, dan kasus konsuler.
  • Kedua pemimpin membahas kerja sama pragmatis untuk memajukan kepentingan Inggris-China dan mengatasi tantangan global.
  • Pada Januari 2026, Starmer menjadi PM Inggris pertama yang mengunjungi China dalam delapan tahun, menghasilkan belasan kesepakatan dan pemotongan tarif wiski.
  • Inggris melarang Huawei dari jaringan 5G dan mengeluarkan raksasa energi CGN dari proyek nuklir.
  • Xi meminta Inggris melindungi hak dan kepentingan sah investor China menyusul nasionalisasi British Steel pada Juli 2026.
  • British Steel sebelumnya dimiliki oleh perusahaan China Jingye Steel.
  • Kementerian Perdagangan China menuduh Inggris mengambil alih perusahaan secara paksa dengan dalih keamanan nasional.
  • Jingye menuntut kompensasi dan mengancam pemerintah Inggris dengan tindakan hukum.
Tagar Terkait
#inggris#china#xi jinping#hubungan bilateral#andy burnham#huawei#hong kong#pm inggris
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya