PM Inggris: Penderitaan warga Palestina tidak bisa terus dibiarkan
langkah konkret, termasuk pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel. Sebelas negara Eropa dan Kanada juga mengumumkan pembatasan serupa sebagai respons terhadap rencana pembangunan 1.200 rumah baru di Tepi Barat. Data PBB mencatat lebih dari 1.400 serangan oleh pihak pendudukan Israel hanya pada tahun 2026, dengan sekitar 750.000 warga pendudukan Israel tinggal di 516 permukiman ilegal.
Poin-Poin Utama
- PM Inggris Andy Burnham menyatakan tidak akan tinggal diam atas penderitaan warga Palestina pada Selasa (8/9).
- Burnham menyerukan tindakan nyata untuk mendukung solusi dua negara di Timur Tengah.
- Burnham menyebut penderitaan rakyat Palestina sebagai noda pada hati nurani dunia.
- Burnham mengakui respons Inggris selama ini lambat dan tidak memadai.
- Sebelas negara Eropa termasuk Inggris dan Prancis serta Kanada mengumumkan pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel.
- Rencana tersebut muncul setelah Israel mengumumkan pembangunan 1.200 rumah baru di wilayah pendudukan.
- Data PBB mencatat lebih dari 1.400 serangan oleh pihak pendudukan Israel sepanjang tahun 2026.
- Sekitar 750.000 warga pendudukan Israel tinggal di 516 permukiman dan pos terdepan ilegal.
- Semua permukiman di Tepi Barat yang diduduki dianggap ilegal menurut hukum internasional.
- Langkah baru Inggris ditujukan pada kebijakan Israel, bukan pada rakyat Israel.
- Burnham menyatakan langkah-langkah tersebut diperhitungkan dengan cermat dan terarah.
- Upaya penggusuran warga Palestina dari tanah mereka terjadi hampir setiap hari di wilayah pendudukan.
- Komunitas internasional mengecam rencana pembangunan 1.200 rumah baru Israel.
- Burnham menulis pernyataannya di akun media sosial X.
- Prospek solusi dua negara disebut Burnham mendapat ancaman.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.