Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Respons Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau, J99 Corp Tambah Operasional Bus AKAP

Rabu, 9 September 2026, 05:33 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

J99 Corp merespons dampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan dengan menambah delapan armada bus AKAP Juragan99 Trans pada rute Malang/Surabaya-Jakarta/Bogor selama 6-7 September 2026. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terdampak, dengan rincian 891 penumpang terlayani melalui 52 keberangkatan termasuk perjalanan armada tambahan. Selain itu, J99 Corp juga membagikan 500 ribu pcs masker gratis melalui lini bisnis Kosme Mask sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.

Poin-Poin Utama

  • Aktivitas erupsi Anak Krakatau menyebabkan penyesuaian pada sejumlah penerbangan.
  • J99 Corp merespons dampak sebaran abu vulkanik melalui unit bisnisnya.
  • Juragan99 Trans menambah delapan armada bus AKAP sebagai respons dampak erupsi.
  • Penambahan armada berlaku untuk rute Malang/Surabaya-Jakarta/Bogor dan sebaliknya.
  • Periode penambahan operasional bus adalah 6-7 September 2026.
  • Selama 6-7 September 2026, Juragan99 Trans melayani 891 penumpang.
  • Selama periode tersebut, Juragan99 Trans menjalankan 52 keberangkatan bus.
  • Direktur Juragan99 Trans adalah Suluk Waseso Segoro.
  • Founder J99 Corp adalah Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari.
  • J99 Corp membagikan 500 ribu pcs masker gratis kepada masyarakat.
  • Masker gratis didistribusikan melalui lini bisnis Kosme Mask.
  • Pembagian masker ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak abu vulkanik.
  • J99 Corp menyesuaikan operasional bus karena tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terdampak pembatalan penerbangan.
  • J99 Corp berharap kondisi akibat erupsi segera kembali normal.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#erupsi#anak krakatau#j99 corp#bus akap#juragan99 trans#kosme mask
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya