Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan

Rabu, 9 September 2026, 08:07 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan mendekati USD97 per barel akibat konflik AS-Iran yang memangkas pengiriman minyak dari Timur Tengah dan mengganggu arus perdagangan Selat Hormuz. Harga masih tertahan di bawah USD100 karena negara-negara Teluk mengalihkan rute ekspor melalui jalur alternatif, sementara produsen non-OPEC seperti AS, Kanada, dan Guyana menambah produksi gabungan sekitar 1,4 juta barel per hari. Di sisi permintaan, impor minyak China turun signifikan menjadi sekitar 7 juta barel per hari pada Juli-Agustus dari lebih dari 11 juta barel per hari pada Februari.

Poin-Poin Utama

  • Harga minyak mentah Brent mendekati USD97 per barel, tertinggi dalam enam pekan.
  • Konflik AS-Iran memangkas hampir separuh pengiriman minyak dari Timur Tengah.
  • Claudio Galimberti, Kepala Ekonom Rystad Energy, menilai harga wajar Brent sekitar USD95 per barel.
  • Pengiriman minyak dari Timur Tengah turun menjadi sekitar 11 juta barel per hari dari 18 juta barel per hari sebelum perang.
  • Perang Iran dimulai sekitar tujuh bulan lalu.
  • Arus minyak melalui Selat Hormuz turun di bawah 2 juta barel per hari setelah pertempuran 30 Agustus.
  • Data Kpler menunjukkan tidak ada kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas sangat besar keluar dari Selat Hormuz sejak 2 September.
  • Arab Saudi kembali memuat minyak dari pelabuhan Ras Tanura sejak Agustus.
  • Ekspor Mesir melalui terminal Sidi Kerir meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 2,139 juta barel per hari.
  • Ekspor Irak pulih ke sekitar 2,34 juta barel per hari.
  • Pengiriman Uni Emirat Arab bertahan di sekitar 2,9 juta barel per hari.
  • Produsen non-OPEC seperti AS, Kanada, dan Guyana menambah produksi gabungan sekitar 1,4 juta barel per hari tahun ini.
  • Pembelian minyak mentah melalui laut oleh China turun menjadi sekitar 7 juta barel per hari pada Juli dan Agustus dari lebih dari 11 juta barel per hari pada Februari.
  • Cadangan minyak China diperkirakan mencapai 1,7 miliar barel.
  • Harga acuan minyak masih tertahan di bawah USD100 karena negara-negara Teluk mengalihkan rute ekspor melalui jalur alternatif.
Tagar Terkait
#selat hormuz#arab saudi#china#harga minyak#konflik as-iran#opec#minyak mentah brent#rystad energy#ekspor minyak
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya