AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada Senin (7/9) akibat aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang menyasar kapal-kapal tanker di Selat Hormuz dan wilayah lainnya, memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Minyak Brent naik 0,82% ke US$97,07 per barel dan WTI naik 0,87% ke US$92,28 per barel, setelah pekan sebelumnya masing-masing melonjak 7,8% dan hampir 10%. Data Kpler menunjukkan rata-rata hanya 10 kapal pengangkut melintasi Selat Hormuz per hari selama 10 hari terakhir, angka terendah sejak Mei, sementara Iran mengumumkan akan menetapkan zona terbatas di luar Selat Hormuz.
Poin-Poin Utama
- Harga minyak mentah Brent naik 0,82% menjadi US$97,07 per barel pada Senin (7/9).
- Minyak mentah WTI naik 0,87% ke level US$92,28 per barel.
- Paket sebelumnya harga Brent naik 7,8% dan WTI menguat hampir 10%.
- Minyak melalui Selat Hormuz berkurang karena saling serang AS-Iran.
- Kommando Pusat AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9).
- Salah satu kapal diserang di lepas Pulau Kharg, dekat pusat ekspor utama Iran.
- IRGCN menargetkan tiga kapal tanker di jalur tidak resmi Selat Hormuz.
- IRGCN juga mengklaim menyerang tiga kapal AS di wilayah lain.
- Data Kpler: rata-rata 10 kapal pengangkut komoditas melewati Selat Hormuz per hari selama 10 hari terakhir.
- Angka 10 kapal/hari tersebut merupakan yang terendah sejak Mei.
- Sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz.
- Priyanka Sachdeva dari Phillip Nova memperingatkan potensi guncangan pasokan lebih besar.
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei akan mengumumkan zona terbatas di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari.
- Lonjakan harga dipicu kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan dari Timur Tengah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.