Upaya Keberlanjutan Populasi Harimau Sumatera di Yunani
Tiga anak harimau sumatera berusia dua bulan di Kebun Binatang Attica, Yunani, telah dipasangi mikrocip dan vaksinasi sebagai bagian dari upaya konservasi spesies kritis yang tersisa sekitar 400 ekor di alam liar akibat penebangan hutan. Kebun binatang di Eropa berupaya mempertahankan keberlanjutan populasi untuk kemungkinan reintroduksi ke alam liar di masa depan.
Poin-Poin Utama
- Tiga anak harimau sumatera berusia dua bulan menerima mikrocip dan vaksin pertama pada 8 September 2026.
- Ketiga anak harimau lahir di Kebun Binatang Attica, Yunani, pada awal Juli 2026.
- Harimau sumatera hanya ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia.
- Diperkirakan hanya tersisa sekitar 400 ekor harimau sumatera di alam liar.
- Harimau sumatera diklasifikasikan sebagai critically endangered.
- Harimau sumatera merupakan spesies harimau terkecil di dunia.
- Harimau jantan dapat tumbuh hingga panjang 2,55 meter dan berat 140 kilogram.
- Ketiga anak harimau lahir dari induk Toba dan ayah Argos.
- Argos mati karena kanker tak lama setelah kelahiran.
- Kondisi tiga anak harimau: dua jantan, satu betina.
- Anak harimau akan diberi nama dari tokoh Odyssey karya Homer.
- Vaksin melindungi dari tiga penyakit, serupa dengan vaksin kucing.
- Anak harimau sudah menggunakan cakar dan gigi tajam pada usia dua bulan.
- Harimau sumatera terancam akibat penebangan hutan masif.
- Kebun binatang di Eropa berupaya mempertahankan populasi untuk potensi reintroduksi ke alam liar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.