Pertamina Jaga Kecukupan Energi di Wilayah Timur Indonesia guna Sokong Pertumbuhan Ekonomi
Maluku menantang akibat karakteristik geografis kepulauan dan ketergantungan pada transportasi laut, sehingga ketahanan energi di wilayah ini tidak hanya diukur dari sisi profit tetapi juga mandat menjaga ketersediaan energi masyarakat.
Poin-Poin Utama
- PT Pertamina perkuat infrastruktur dan distribusi energi di Indonesia Timur, khususnya Maluku Utara.
- Bahan bakar yang dijaga ketersediaan: BBM dan avtur.
- Peninjauan lapangan dilakukan Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badruddin pada Selasa, 1 September 2026.
- Lokasi kunjungan: fasilitas operasional di Ternate, Maluku Utara.
- Inspeksi dilakukan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah di Bandara Sultan Babullah, Ternate.
- AFT Baabullah menyuplai avtur untuk sekitar 15 penerbangan pesawat per hari.
- Evaluasi mencakup kemampuan AFT Babullah memenuhi peningkatan penjualan avtur ke depan.
- Kunjungan dilanjutkan ke Fuel Terminal (FT) Ternate untuk distribusi BBM.
- Evaluasi FT Ternate meliputi kemampuan penerimaan pasokan laut dari Wayame.
- Evaluasi juga mencakup perbaikan fasilitas jetty di FT Ternate.
- Distribusi energi di Papua dan Maluku disebut region paling menantang.
- Tantangan utama: wilayah kepulauan dengan dominasi transportasi laut.
- Cuaca menjadi faktor eksternal yang memengaruhi kelancaran distribusi laut.
- Direktur Manajemen Risiko Pertamina Patra Niaga Rahman Pramono ikut menyampaikan pernyataan.
- Pengelolaan energi Papua dan Maluku tidak hanya diukur dari aspek profit, tetapi juga mandat ketahanan energi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.