Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Fokus ke Barat Daya
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis yang hilang kontak sejak 7 September 2026 di perairan Selat Sunda, Pandeglang, dengan fokus ke arah barat daya Pulau Gunung Anak Krakatau berdasarkan analisis SAR Map, mencakup total area sekitar 271 nautical mile. Kapolda Banten memimpin langsung koordinasi di Posko SAR Nasional sambil menekankan keselamatan tim dan keluarga korban, menyiagakan tim dokter untuk identifikasi, serta membentuk grup WhatsApp khusus guna mencegah simpang siur informasi. Sebanyak enam unit kapal dikerahkan dalam lima Search and Rescue Unit untuk menyisir area pencarian secara strategis.
Poin-Poin Utama
- Lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang, sejak Senin (7/9).
- Kapolda Banten Irjen Hengki memimpin langsung koordinasi tim SAR gabungan.
- Pencarian dilakukan hari kedua pada Rabu (9/9) dari Posko SAR Nasional di Pandeglang.
- Area pencarian diperluas ke arah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.
- Total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile.
- Enam unit kapal dikerahkan dan dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).
- KN SAR Tual K menyisir area seluas 68,3 nautical mile.
- KAL Anyer milik Lanal Banten menjangkau area 69,5 nautical mile.
- RIB 01 dan RIB 03 Lampung menyisir area seluas 67 nautical mile.
- RIB 02 Banten fokus menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
- KP Sanjay milik Polairud Polda Banten mencakup area 67,3 nautical mile.
- Tim dokter dan fasilitas pendukung disiagakan untuk antisipasi identifikasi korban.
- Fasilitas tempat istirahat disediakan bagi keluarga korban.
- Tim SAR memantau perkembangan erupsi dan informasi cuaca dari BMKG.
- Informasi publik hanya disampaikan melalui satu pintu lewat grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.