Tim SAR dari Lampung Ikut Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Basarnas Lampung bergabung dalam Tim SAR Gabungan untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, dengan area pencarian diperluas hingga 271 nautical mill ke arah barat daya. Tim pencarian dibagi menjadi lima Search and Rescue Unit (SRU) yang menggunakan kapal KN SAR Tetuka, KAL Anyer, RIB 01 dan 03 Lampung, RIB 02 Banten, serta KP Sanjaya Polairud untuk menyisir perairan dan pulau-pulau kecil sekitar. Sementara itu, keluarga korban telah berdatangan ke posko pencarian di Carita, Pandeglang, Banten untuk mendapat koordinasi dari pihak SAR.
Poin-Poin Utama
- Basarnas Lampung joined search for five journalists missing during Anak Krakatau eruption coverage.
- Combined SAR Team expanded search area to 271 nautical miles southwest of Anak Krakatau.
- Search divided into five Search and Rescue Units (Sru).
- Sru 1 uses KN SAR Tetuka covering 68 NM.
- Sru 2 uses TNI AL vessel KAL Anyer covering 69 NM.
- Sru 3 from Basarnas Lampung uses RIB 01 and 03 covering 67 NM.
- Sru 4 uses RIB 02 Banten searching Rakata Island, Panjang Island, and small islands.
- Sru 5 uses KP Sanjaya from Polairud Banten covering 67 NM.
- Search command post located in Carita, Pandeglang, Banten.
- Families and relatives began arriving at the search post.
- Search operations conducted on Wednesday, September 9.
- Riski Dwi serves as Kasie Ops Basarnas Banten.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.