Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda: DPR Minta Operasi SAR Maksimal
Tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, dibantu tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1, dengan operasi hari kedua dibagi ke empat SRU yang menyisir radius 67-69,5 nautical mile menggunakan KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, RIB 01 Lampung, dan RIB 02 Banten. Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri mendesak seluruh elemen memaksimalkan sumber daya, personel, armada, dan komunikasi demi menemukan korban secepat mungkin dalam keadaan selamat. Operasi turut didukung armada tambahan, perlengkapan medis, dan drone thermal untuk mendeteksi titik koordinat korban.
Poin-Poin Utama
- Lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
- Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, meminta operasi SAR dimaksimalkan.
- Kelimanya belum ditemukan sejak dilaporkan hilang pada Senin (7/9).
- Nama jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (ANTARA Biro Banten), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (jurnalis lepas).
- Tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1 juga hilang kontak sejak (7/9).
- Hari kedua penyisiran berlangsung di Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (9/9).
- Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menjelaskan operasi SAR dimulai pukul 07.00 WIB.
- Pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
- SRU 1: KN SAR Tetuka 247 menyisir radius 68,3 nautical mile (NM).
- SRU 2: KAL Anyer menjangkau radius 69,5 NM.
- SRU 3: RIB 01 Lampung menyisir area sejauh 67 NM.
- SRU 4: RIB 02 Banten fokus di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
- Armada pendukung disiagakan: KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, kendaraan penyelamat, perlengkapan medis.
- Tim menggunakan drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh dari udara.
- Total delapan orang (lima jurnalis dan tiga kru) masih dalam pencarian.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.