Kenapa Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda?
Tim SAR gabungan belum mengerahkan helikopter untuk mencari delapan orang, termasuk lima jurnalis, yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda karena gunung masih aktif dan PVMBG menetapkan radius berbahaya 3 kilometer. Pencarian sementara difokuskan melalui jalur laut dengan membagi wilayah operasi ke sejumlah sektor menggunakan kapal dari berbagai unsur. Hingga hari kedua, keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya yang terdiri atas tiga kru kapal dan lima jurnalis masih belum diketahui.
Poin-Poin Utama
- Tim SAR gabungan belum menggunakan helikopter untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif menjadi pertimbangan utama Basarnas untuk tidak menerbangkan helikopter.
- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Banten Al Amrad menyebut pencarian sementara difokuskan menggunakan kapal laut.
- Basarnas mengikuti rekomendasi PVMBG yang menetapkan zona berbahaya dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
- Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dengan kapal dari berbagai unsur SAR.
- Tim SAR membagi wilayah operasi ke beberapa sektor perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
- Delapan orang masih dalam pencarian, terdiri atas tiga kru speedboat dan lima jurnalis.
- Tiga kru speedboat tersebut adalah Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu/guide.
- Lima jurnalis yang hilang adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal jurnalis lepas.
- Pencarian telah memasuki hari kedua dengan melibatkan tim SAR dari Lampung dan Banten serta unsur lainnya.
- Lokasi yang menjadi dugaan titik keberadaan korban berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
- Speedboat beserta seluruh penumpangnya hingga hari kedua masih belum diketahui keberadaannya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.