Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Bank Tawarkan Siasat Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian

Rabu, 9 September 2026, 16:54 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Industri perbankan, seperti BCA melalui BCA Wealth Summit 2026, memperluas peran sebagai pendamping investasi nasabah di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar. Tantangan utama memperluas investasi bukan ketersediaan produk atau kemampuan finansial, melainkan pemahaman masyarakat terhadap investasi, sehingga edukasi dan diversifikasi menjadi kunci. Di sisi lain, Bank Danamon memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga di 3,5-3,75 persen pada September 2026 dengan kemungkinan kenaikan ke 4 persen pada triwulan IV-2026.

Poin-Poin Utama

  • BCA akan gelar BCA Wealth Summit 2026 secara hibrida pada 16-17 September 2026 untuk nasabah undangan dan 18 September-2 Oktober 2026 untuk umum.
  • Direktur BCA Haryanto T Budiman sebut ketidakpastian global dipicu konflik geopolitik dan kebijakan suku bunga bank sentral.
  • BCA perankan diri sebagai trusted advisor bagi nasabah untuk memahami pilihan investasi dan risikonya.
  • Pilihan produk investasi termasuk reksa dana, obligasi pemerintah, emas, komoditas, aset kripto, hingga karya seni.
  • Asset under management (AUM) BCA tumbuh dari Rp 139 triliun pada 2022 menjadi Rp 399 triliun pada Juni 2026.
  • AUM BCA naik 16 persen secara tahunan.
  • Executive Vice President Wealth Management BCA Indrawan B sebut tantangan utama memperluas investasi adalah pemahaman masyarakat.
  • Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz laporkan The Fed kemungkinan pertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen pada September 2026.
  • Irman Faiz proyeksikan The Fed punya ruang naikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4 persen pada triwulan IV-2026.
  • Pertumbuhan AS disebut tetap tangguh sehingga The Fed cenderung mengetatkan kebijakan moneter.
  • Indeks dolar AS (DXY) diproyeksi pulih meski kenaikan terbatas risiko fiskal dan premi jangka waktu tinggi.
  • Cadangan devisa Indonesia naik 1,2 miliar dolar AS menjadi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026.
  • Kenaikan cadangan devisa ditopang oleh penerimaan pajak.
  • BCA tekankan prinsip diversifikasi dan tidak mengarahkan nasabah pada instrumen investasi tertentu.
  • Nasabah konservatif tidak dapat membeli produk dengan tingkat risiko tinggi.
Tagar Terkait
#investasi#bank indonesia#perbankan#cadangan devisa#emas#kripto#nilai tukar rupiah#the fed#bca#obligasi#kebijakan moneter#reksa dana#wealth summit 2026
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya