Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Menag: Potensi Dana Fidyah Capai Rp3 Trilliun per Tahun

Rabu, 9 September 2026, 18:01 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkirakan potensi fidyah umat Islam yang tidak berampu karena sakit atau usia lanjut mencapai Rp3 triliun per tahun, tetapi dana tersebut belum dikelola optimal. Ia juga menyebut potensi sekitar Rp500 miliar dari pembayaran atas pelanggaran tertentu saat Ramadhan, serta dana kurban dan akikah yang masing-masing diperkirakan mencapai Rp32 triliun dan Rp30 triliun per tahun.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia's Religious Affairs Minister Nasaruddin Umar stated fidyah fund potential reaches approximately Rp3 trillion per year.
  • Calculation assumes Rp50,000 per day fidyah rate over 30 days of Ramadhan.
  • Estimate based on 10% of Indonesia's Muslim population unable to fast due to illness or old age.
  • Minister stated this fund has never been collected previously.
  • Fidyah is identified as an underutilized source of religious community funds beyond zakat and waqf.
  • Other religious fund sources include infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, and fidyah.
  • Potential funds from Ramadhan violations (marital relations during daytime fasting) estimated at Rp500 billion.
  • Qurbani (kurban) fund potential estimated at approximately Rp32 trillion each Idul Adha.
  • Aqiqah fund potential estimated at approximately Rp30 trillion per year.
  • Aqiqah calculation assumes two goats for male children and one goat for female children.
  • Statement made at IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia) symposium in Jakarta on Tuesday, September 8, 2026.
  • Minister emphasized these community funds have not been managed in integrated manner.
  • 10% statistic cited for Indonesians unable to fast during Ramadan.
  • Minister holds title Prof KH.
  • Rp3 trillion figure described as approximate annual collection potential.
Tagar Terkait
#zakat#kementerian agama#wakaf#nasaruddin umar#dana umat#fidyah#ramadhan#ekonomi islam
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya