Meluruskan Pemahaman Bahwa Desil Dihadirkan untuk Menurunkan Kemiskinan
Artikel menjelaskan bahwa desil dalam DTSEN bukan ukuran kemiskinan, melainkan pemeringkatan relatif kesejahteraan yang membagi seluruh keluarga Indonesia ke dalam sepuluh kelompok sama besar menggunakan Proxy Means Test. Angka kemiskinan BPS dihitung berbeda melalui Garis Kemiskinan berdasarkan pengeluaran per kapita dari Susenas, sehingga perubahan desil tidak sama dengan perubahan angka kemiskinan. Desil berfungsi sebagai indikator mikro untuk penyaluran program pemerintah, sedangkan angka kemiskinan BPS adalah indikator makro capaian pengentasan kemiskinan.
Poin-Poin Utama
- Desil pada DTSEN bukan label kesejahteraan atau ukuran kemiskinan, melainkan pemeringkatan relatif.
- Seluruh keluarga di Indonesia dibagi ke dalam 10 kelompok desil dengan jumlah relatif sama besar berdasarkan tingkat kesejahteraan.
- Desil 1 adalah kelompok relatif paling tidak sejahtera, sedangkan Desil 10 adalah kelompok relatif paling sejahtera.
- Penentuan desil dilakukan melalui pemodelan statistik Proxy Means Test karena Indonesia belum memiliki data penghasilan penduduk secara lengkap.
- Pendekatan Proxy Means Test juga digunakan beberapa negara berkembang dan disarankan oleh Bank Dunia.
- Variabel yang dipertimbangkan dalam pemeringkatan desil meliputi kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar, kepemilikan aset, daya listrik, konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.
- Posisi desil suatu keluarga dapat berubah ketika data keluarga tersebut diperbarui atau ketika kondisi keluarga lain berubah.
- Angka kemiskinan BPS diukur berdasarkan pengeluaran per kapita dibandingkan dengan Garis Kemiskinan.
- Metodologi pengukuran kemiskinan BPS menggunakan pendekatan Cost of Basic Needs yang mencakup pengeluaran makanan dan nonmakanan.
- Data Garis Kemiskinan dihitung dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan 2 kali setahun.
- BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau 22,93 juta orang.
- Garis kemiskinan rumah tangga rata-rata nasional adalah Rp3.091.866 per bulan.
- Desil bersifat mikro untuk pemeringkatan kesejahteraan per keluarga dalam DTSEN, sedangkan angka kemiskinan bersifat makro di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
- Desil DTSEN digunakan sebagai salah satu indikator penyaluran program pemerintah agar tepat sasaran.
- Angka kemiskinan BPS digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.