Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Positif

Kemarau Panjang, Petani Jual Bongkahan Tanah untuk Bertahan Hidup

Rabu, 9 September 2026, 19:25 WIB Sumber: CNN
Ukuran:

Petani di Desa Ujungmanik, Cilacap, Jawa Tengah, menjual bongkahan tanah (lungka) dari lahan pertanian mereka karena kemarau panjang membuat lahan tidak bisa ditanami palawija. Hasil penjualan tanah uruk seharga Rp140.000 per truk menjadi alternatif sumber penghasilan warga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di tengah gagal panen. Kekeringan yang melanda Jawa Tengah selama sekitar empat bulan diprediksi masih berlanjut hingga akhir September 2026.

Poin-Poin Utama

  • Petani di Desa Ujungmanik, Cilacap, Jawa Tengah jual bongkahan tanah pertanian dampak kemarau panjang.
  • Lahan pertanian tidak bisa ditanami palawija karena kering.
  • Bongkahan tanah dijual sebagai tanah uruk untuk bahan bangun rumah.
  • Satu truk bongkahan tanah dihargai Rp140.000.
  • Kholiq, salah satu petani, jual tanah untuk penuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
  • Warga tidak bisa andalkan penghasilan dari hasil tanaman selama musim kemarau.
  • Penjualan tanah jadi alternatif sumber penghasilan saat gagal panen.
  • Karsim Siswandi, sopir truk, sebut tanah urukan banyak dibutuhkan pemilik rumah saat kemarau.
  • Tanah labil saat musim kemarau, sehingga perlu diuruk.
  • Satu truk mampu angkut bongkahan tanah hingga lima kali sehari.
  • Permintaan urukan datang dari berbagai desa.
  • Kekeringan di Jawa Tengah berlangsung kurang lebih 4 bulan.
  • Kekeringan diprediksi masih berlangsung hingga penghujung September 2026.
  • Petani bernama Kholiq berikan keterangan ke CNN Indonesia TV.
  • Sopir truk Karsim berikan keterangan ke CNN Indonesia TV.
Tagar Terkait
#jawa tengah#kekeringan#pertanian#kemarau#petani#cilacap#gagal panen
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya