Makanan MBG di Karo Terkontaminasi Bakteri, Dokter Jelaskan Pemicu Keracunan Hingga Gangguan Otak
Sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, positif mengandung tiga bakteri: Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli, yang memicu keracunan pada siswa, termasuk seorang siswi 16 tahun yang mengalami gangguan ingatan. Dokter Umum FKUI Adam Prabata menjelaskan bahwa spora Bacillus cereus dan toksin Staphylococcus aureus bersifat tahan panas, sehingga memanaskan ulang makanan tidak selalu menghilangkan racunnya, dan pada kadar tinggi dapat menyebabkan komplikasi berat seperti ensefalopati (gangguan otak). Ahli gizi dr Tan Shot Yen menambahkan bahwa Clostridium botulinum pada makanan kalengan atau yang diolah tanpa proses steril juga berisiko, sehingga faktor higienitas, suhu penyimpanan, dan pengolahan makanan harus menjadi perhatian utama.
Poin-Poin Utama
- Kasus keracunan MBG terjadi di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
- Korokan bernama FP, siswi 16 tahun, alami gangguan ingatan dan tak kenali guru atau teman sekelas.
- UPTD Laboratorium Kesehatan Sumatra Utara periksa sampel tanggal 16 Agustus 2026.
- Sampel makanan MBG positif tiga bakteri: Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli.
- Sampel muntahan korban positif Staphylococcus aureus.
- Dokter umum FKUI Adam Prabata jelaskan bahaya bakteri pada Rabu (9/9).
- Bacillus cereus sering muncul pada nasi, terutama nasi goreng yang dibiarkan di suhu ruang.
- Toksin Bacillus cereus stabil di suhu panas, memanaskan ulang tak hilangkan racun.
- Toksin Bacillus cereus dosis tinggi jarang sebabkan gagal ginjal akut, gagal liver, ensefalopati.
- Staphylococcus aureus dari kulit manusia, hasilkan toksin Staphylococcal enterotoxin pada makanan.
- Toksin Staphylococcus aureus bertahan walau makanan dipanaskan ulang.
- E. coli normal di saluran cerna, temuan pada makanan indikasi kontaminasi fekal.
- Ahli gizi dr Tan Shot Yen sebut Clodium botulinum bahaya dari makanan kalengan non-steril.
- Botulinum berisiko pada kalengan rendah asam, daging/ikan kaleng, ikan asin, ikan fermentasi/asap tradisional.
- Madu dan sirup jagung mentah mengandung spora Clodium botulinum, dilarang untuk bayi di bawah satu tahun.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.