Hasil Uji Laboratorium: Nasi, Dencis, dan Melon Menu MBG di Karo Mengandung Bakteri
Uji mikrobiologi terhadap 11 sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo menemukan empat sampel positif bakteri, yaitu nasi sekolah yang mengandung Bacillus cereus, dencis saus yang mengandung Staphylococcus aureus, melon sekolah yang mengandung Escherichia coli, dan muntahan siswa yang juga mengandung Staphylococcus aureus. Keracunan MBG pada 13 Agustus 2026 menimpa sedikitnya 361 siswa dari lima sekolah yang mengonsumsi makanan dari dapur SPPG Karo Berastagi Sempajaya; sejumlah siswa masih belum pulih dan salah satunya menjalani rawat jalan akibat kejang, kelemahan, serta gangguan ingatan.
Poin-Poin Utama
- Uji mikrobiologi UPTD Labkes Dinkes Sumut menemukan empat sampel positif mengandung bakteri dari menu MBG Karo.
- Sedikitnya 361 siswa di lima sekolah mengalami keracunan akibat menu MBG di Kabupaten Karo.
- Sebanyak 11 sampel diambil untuk pengujian mikrobiologi menu MBG.
- Tiap sampel diuji terhadap empat parameter bakteri: Salmonella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus.
- Nasi dari sekolah positif mengandung Bacillus cereus.
- Dencis saus positif mengandung Staphylococcus aureus.
- Melon dari sekolah positif mengandung Escherichia coli.
- Muntahan siswi Mutiara positif mengandung Staphylococcus aureus.
- Sampel diterima UPTD Labkes Sumut pada 14 Agustus 2026.
- Hasil uji ditandatangani Kepala UPTD Labkes Sumut pada 16 Agustus 2026.
- Kasus keracunan terjadi pada 13 Agustus 2026.
- Lima sekolah terdampak: SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama.
- Makanan diproduksi SPPG Karo Berastagi Sempajaya di Markas Kodim 0205/Tanah Karo.
- Menu MBG hari kejadian: nasi, sayur kol, wortel, dan dencis saus.
- Korban Febiola Purba (16) masih rawat jalan di RSUP H Adam Malik dengan gejala kejang dan gangguan ingatan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.