Kasus ISPA Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Lampung Mulai Menurun
Kasus ISPA akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Lampung menurun dari 1.993 kasus (7/9) menjadi 1.281 kasus (8/9), dengan total 6.671 kasus tercatat periode 4-8 September. Dinkes Lampung juga memantau kasus ILI (total 236 kasus) dan pneumonia (total 58 kasus) pada periode yang sama, dengan data direkapitulasi harian guna mengantisipasi potensi KLB. Pelayanan kesehatan di daerah disebut masih terkendali meskipun data harian masih fluktuatif.
Poin-Poin Utama
- Kasus ISPA akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Lampung mulai menurun.
- Pada Selasa (8/9) tercatat 1.281 kasus ISPA, turun dari 1.993 kasus pada Senin (7/9).
- Total kasus ISPA periode 4-8 September mencapai 6.671 kasus.
- Pada Jumat (4/9) tercatat 1.587 kasus ISPA.
- Pada Sabtu (5/9) tercatat 1.435 kasus ISPA.
- Pada Minggu (6/9) tercatat 375 kasus ISPA.
- Dinkes Lampung merekapitulasi data harian dari seluruh kabupaten dan kota.
- Data dilaporkan ke Pusdalops BPBD Provinsi Lampung untuk pemantauan potensi KLB.
- Selain ISPA, Dinkes juga mencatat kasus Influenza Like Illness (ILI) dan pneumonia.
- Total kasus ILI periode 4-8 September mencapai 236 kasus.
- Pada Jumat (4/9) tercatat 61 kasus ILI.
- Pada Sabtu (5/9) tercatat 51 kasus ILI.
- Pada Minggu (6/9) tercatat 29 kasus ILI.
- Pada Senin (7/9) tercatat 44 kasus ILI.
- Pada Selasa (8/9) tercatat 51 kasus ILI, dan total kasus pneumonia berjumlah 58 kasus.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.