Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Netral

Cegah Karhutla, Perusahaan Diminta Tingkatkan Patroli dan Kewaspadaan Tinggi

Kamis, 10 September 2026, 05:41 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

GAPKI meminta seluruh perusahaan anggota meningkatkan kewaspadaan, patroli, dan pencegahan karhutla, terutama di lahan gambut dan wilayah rawan kebakaran. Perusahaan diminta memeriksa kesiapan sarana prasarana, termasuk personel, peralatan, sumber air, dan sistem deteksi dini, serta memastikan penerapan prinsip tanpa bakar (zero burning). Langkah ini bagian dari komitmen industri terhadap kepatuhan hukum dan perlindungan lingkungan.

Poin-Poin Utama

  • GAPKI urges member companies to boost vigilance and karhutla prevention, especially on peatlands.
  • Eddy Martono serves as GAPKI Chairman General.
  • Eddy Martono made statement at Jakarta press conference on Wednesday (9/9/2026).
  • Eddy Martono demands company leaders take direct role in prevention efforts.
  • Eddy Martono requires prevention efforts to be maximum, measurable, and documented.
  • Eddy Martono cites legal compliance and environmental protection as industry commitments.
  • Companies must recheck readiness of karhutla control facilities.
  • Readiness checks cover personnel, firefighting equipment, water sources and reserves.
  • Readiness checks cover access routes, communication systems, patrol and early detection tools.
  • Readiness checks cover PPE and other supporting facilities.
  • Peatland areas require extra attention to water sources and wetting systems.
  • Peatland areas require extra attention to firefighting access and field-suitable equipment.
  • Personnel and infrastructure must be ready, functional, and quickly mobilizable.
  • Companies must eliminate land clearing and cultivation by burning.
  • Zero burning principle must apply consistently per Indonesian law.
Tagar Terkait
#karhutla#kebakaran hutan#lingkungan#lahan gambut#kelapa sawit#gapki
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya