Balas Serangan AS, Iran Serang 10 Kapal di Dekat Selat Hormuz
Iran menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz sebagai balasan atas AS yang menenggelamkan lima kapal tanker Iran, menjadikan eskalasi paling tajam dalam perang AS-Iran selama enam bulan. Selat tersebut merupakan jalur vital bagi hingga 20 persen pasokan energi dunia, sehingga aksi saling serang ini mendorong harga minyak menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli. Kenaikan harga minyak tersebut berpotensi memperburuk inflasi, menurunkan harga saham di Wall Street, dan menambah tekanan terhadap pemerintahan Trump menjelang pemilu paruh waktu.
Poin-Poin Utama
- Iran mengumumkan pasukannya menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz sebagai balasan.
- AS menenggelamkan lima kapal tanker Iran sebelum serangan balasan tersebut.
- Harga minyak menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.
- Perang AS-Iran telah berlangsung selama enam bulan.
- Pertempuran pekan-pekan terakhir berfokus pada pengendalian Selat Hormuz.
- Iran berupaya menutup Selat Hormuz sementara Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
- Hingga 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz sebelum perang.
- Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan inflasi dan harga barang.
- Harga saham di Wall Street turun following the escalation.
- Dua kapal AS termasuk di antara 10 kapal yang diserang Iran.
- Delapan kapal tanker minyak juga menjadi target serangan Iran.
- IRGC menyatakan 10 kapal tersebut bersifat noncompliant atau tidak patuh.
- IRGC mengumumkan serangan tersebut pada hari Rabu.
- Sedikitnya satu pelaut tewas dalam serangan tersebut.
- Satu pelaut lainnya dilaporkan hilang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.