Cuaca Jadi Kendala Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Tim SAR gabungan Basarnas menyisir tiga pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau (Rakata, Krakatoa, dan Panjang) untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak, namun hingga hari kedua pencarian mereka belum ditemukan. Pencarian terkendala cuaca berupa angin kencang, gelombang 1-2 meter, dan perairan Selat Sunda yang masih dipenuhi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, dengan area pencarian diperluas ke arah barat daya seluas sekitar 271 mil laut berdasarkan SARMEP. Kementerian Komunikasi dan Digital juga memperkuat jaringan telekomunikasi di sekitar Selat Sunda guna mendukung kelancaran operasi pencarian.
Poin-Poin Utama
- Lima jurnalis hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
- Tiga kru speedboat juga hilang bersama lima jurnalis tersebut.
- Kapal RIB 02 Basarnas menyisir tiga pulau: Rakata, Krakatoa, dan Panjang.
- Tiga pulau berada dalam radius 3 km dari kawah Gunung Anak Krakatau.
- Radius 3 km berstatus Level III atau Siaga dan merupakan area terlarang.
- Pencarian hari kedua berlangsung pada Rabu (9/9/2026) sore.
- Wilayah pencarian diperluas ke barat daya berdasarkan SAR Mission Planning (SARMEP).
- Total area pencarian mencapai sekitar 271 mil laut atau 502 kilometer.
- Ketinggian gelombang berkisar 1–2 meter dengan angin kencang.
- Perairan Selat Sunda masih dipenuhi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Kapal mengatur jalur pelayaran mengikuti arah angin untuk menghindari paparan abu vulkanik.
- Lima jurnalis yang hilang: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firman Daus (Anadolu Agency), Donal Husni (freelance).
- Posko gabungan pencarian berada di Carita, Kabupaten Pandeglang.
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat jaringan telekomunikasi di Selat Sunda.
- Komdigi berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.