Harga Minyak Dunia Naik, Menkeu Siapkan Langkah Jaga APBN 2027
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mengambil langkah untuk menjaga kesinambungan APBN 2027 apabila harga minyak dunia meningkat, karena situasi tersebut bukan pengalaman baru bagi pemerintah. Dalam RAPBN 2027, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel, lebih tinggi dibanding APBN 2026 yang menetapkan 70 dolar AS per barel. Pemerintah juga merencanakan subsidi energi sebesar Rp 272,95 triliun dalam RAPBN 2027, lebih tinggi dibanding outlook 2026 sebesar Rp 227,3 triliun.
Poin-Poin Utama
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siap ambil langkah jaga APBN 2027 hadapi harga minyak dunia naik.
- Pernyataan disampaikan di Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (9/9/2026).
- Penyebab kekhawatiran: eskalasi geopolitik global picu lonjakan harga minyak.
- Asumsi ICP RAPBN 2027: 75 dolar AS per barel.
- Asumsi kurs RAPBN 2027: Rp 17.500 per dolar AS.
- Setara ICP 2027: sekitar Rp 1,31 juta per barel.
- Asumsi ICP APBN 2026: 70 dolar AS per barel.
- Asumsi kurs APBN 2026: Rp 16.500 per dolar AS.
- Setara ICP 2026: sekitar Rp 1,16 juta per barel.
- RAPBN 2027 alokasikan subsidi energi Rp 272,95 triliun.
- Outlook subsidi energi 2026: Rp 227,3 triliun.
- Selisih subsidi energi 2027 vs 2026: Rp 45,65 triliun.
- Kementerian ESDM: variabel subsidi energi meliputi harga minyak internasional, ICP, kurs rupiah, kuota energi bersubsidi.
- Sekjen ESDM Ahmad Erani Yustika: perubahan asumsi ICP dan kurs pengaruhi kebutuhan subsidi energi.
- Menkeu: pengendalian subsidi BBM dilakukan bertahap agar tepat sasaran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.