Ketika Sejarawan Barat Mengakui Fitrah Manusia adalah Tauhid, tapi Mengapa Banyak Ingkar?
Shallabi, yang merujuk pada Alquran, sunnah, dan fitrah manusia. Mereka menolak klaim bahwa manusia purba tidak mampu memikirkan konsep Tuhan Mahabesar, dan menilai pandangan Tylor yang menganggap monoteisme sebagai hasil kemajuan peradaban sebagai keliru. Meskipun fitrah tauhid diakui, sebagian manusia perlahan menyimpang hingga terjerumus ke dalam kemusyrikan.
Poin-Poin Utama
- Manusia diciptakan dalam keadaan bertauhid sebagai fitrah.
- Tauhid merupakan bentuk keyakinan keagamaan pertama umat manusia.
- Penyimpangan dari fitrah tauhid berlangsung secara bertahap hingga sebagian manusia terjerumus ke kemusyrikan.
- Dr Ali Muhammad ash-Shallabi, Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Sedunia, menyatakan pandangan tersebut sesuai Alquran, sunnah, fitrah, dan akal sehat.
- Sejumlah ahli arkeologi dan peneliti agama Barat menemukan kesimpulan serupa.
- Peneliti Addison Huybel menekuni kajian agama-agama masyarakat primitif.
- Huybel menyatakan masa ketika manusia purba dianggap tidak mampu memikirkan konsep Tuhan telah berlalu.
- Huybel menyebut Tylor keliru menganggap monoteisme sebagai hasil kemajuan peradaban.
- Tylor menganggap pemikiran keagamaan monoteistik muncul dari peningkatan pengetahuan manusia.
- Klaim kemusyrikan sebagai fitrah manusia ditolak sejumlah sejarawan Barat.
- Kutipan pernyataan ash-Shallabi diambil dari laman resminya pada Selasa (9/9/2026).
- Sumber berita dipublikasikan oleh REPUBLIKA.CO.ID dari Jakarta.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.