Tim SAR perluas pencarian jurnalis hilang hingga utara Anak Krakatau
Tim SAR Banten memperluas pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda ke sisi utara sekitar Gunung Anak Krakatau setelah penyisiran sisi selatan radius 20 NM rampung, dengan perluasan disesuaikan pada perhitungan arus, ombak, dan arah angin. Personel dan armada masih mungkin ditambah berdasarkan evaluasi, sementara TNI AL menurunkan kapal besar untuk pencarian karena medan tidak memungkinkan evakuasi langsung. Operasi mempertimbangkan status aktif Gunung Anak Krakatau dengan radius rekomendasi PVMBG 3 km, arus Selat Sunda ekstrem, serta gelombang 1-2 meter yang makin kencang menjelang siang-sore.
Poin-Poin Utama
- Tim SAR perluas pencarian jurnalis hilang ke utara sekitar Gunung Anak Krakatau pada Kamis (10/9).
- Pencarian dilakukan di perairan Selat Sunda, wilayah Pandeglang, Banten.
- Operasi sisi selatan telah tercover penuh hingga radius kurang lebih 20 NM dari titik tengah Anak Gunung Krakatau.
- Perluasan area pencarian berdasarkan hasil perhitungan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.
- Penambahan personel dan armada masih dalam evaluasi sejak Rabu (9/9).
- TNI AL melalui Danlanal tetap mengerahkan kapal besar untuk membantu pencarian.
- Kapal besar TNI AL melakukan lego jangkar di sekitar lokasi pencarian.
- Operasi difokuskan pada pencarian karena medan tidak memungkinkan evakuasi langsung.
- Status Gunung Anak Krakatau masih aktif dengan radius rekomendasi PVMBG sejauh 3 kilometer.
- Kondisi arus di Selat Sunda tercatat cukup ekstrem.
- Tim SAR berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga keselamatan personel.
- Angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari.
- Tinggi gelombang di perairan Selat Sunda tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter.
- Rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda sebelum operasi pencarian dilakukan.
- Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan strategi pencarian di Pandeglang pada Kamis.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.