Digitalisasi Bansos Diluncurkan Oktober, Luhut: Hemat Anggaran Rp1.200 Triliun
Pemerintah mempercepat digitalisasi bantuan sosial dan menargetkan 80 persen proses rampung pada Oktober 2026, dengan peluncuran sistem pada pekan ketiga Oktober untuk menjangkau sekitar 50 juta penduduk miskin. Luhut Binsar Pandjaitan mengakui tantangan utama berupa penataan data penerima berdasarkan desil, namun optimistis masalah tersebut dapat diminimalkan. Selain itu, pemerintah akan membentuk Gerakan Nasional Perlinsos untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan.
Poin-Poin Utama
- Sistem digitalisasi bantuan sosial akan diluncurkan pada pekan ketiga Oktober 2026.
- Target penyelesaian digitalisasi bansos adalah 80% pada Oktober 2026.
- Sekitar 50 juta penduduk miskin menjadi sasaran program digitalisasi bansos.
- Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP).
- Luhut Binsar Pandjaitan juga menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
- Tantangan utama digitalisasi adalah penataan data penerima berdasarkan desil.
- Pemerintah terus melakukan koordinasi untuk mengurangi permasalahan data desil.
- Pemerintah berencana membentuk Gerakan Nasional Perlinsos.
- Gerakan Nasional Perlinsos bertujuan memperkuat pengawasan penyaluran bantuan.
- Gerakan Nasional Perlinsos bertujuan meningkatkan ketepatan distribusi bantuan.
- Konferensi pers mengenai digitalisasi bansos diadakan pada Kamis, 10 September 2026.
- Luhut berharap hampir tidak ada masalah serius saat peluncuran sistem pada Oktober 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.