DLH DKI Pantau Ketat Kualitas Udara Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
DLH DKI Jakarta memperketat pemantauan kualitas udara dan memperkuat koordinasi dengan BMKG, PVMBG, BPBD, serta Dinas Kesehatan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada 3 Desember 2023. Masyarakat terdampak diminta membatasi aktivitas luar ruang, menggunakan masker N95, dan berlindung di dalam bangunan saat hujan abu. Anak-anak, lansia, dan penyandang penyakit pernapasan atau jantung mendapat perhatian khusus.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 15.05 WIB, Ahad (3/12/2023).
- Gunung tersebut terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
- DLH DKI Jakarta memperketat pemantauan kualitas udara menyusul sebaran abu vulkanik.
- DLH DKI memperkuat koordinasi dengan BMKG, PVMBG, BPBD, dan Dinas Kesehatan.
- Kepala DLH DKI Jakarta bernama Dudi Gardesi.
- Warga di lokasi terdampak dianjurkan membatasi aktivitas luar ruang yang tidak mendesak.
- Masyarakat diminta menunda olahraga di luar ruang.
- Masker N95 atau setara direkomendasikan saat berada di lingkungan berabu.
- Masyarakat diminta berlindung di dalam bangunan saat hujan abu berlangsung.
- Pintu dan jendela perlu ditutup untuk mengurangi masuknya abu.
- Anak-anak, lansia, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung mendapat perhatian khusus.
- Pengelola sekolah, penyelenggara kegiatan, dan pemberi kerja diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruang.
- Petugas kebersihan diminta memastikan ketersediaan masker dan pelindung mata.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.