Internasional Negatif
AS Harus Terima 4 Kenyataan Akibat Perang Iran, dari Reputasi Rusak hingga Harus Akui Kekalahan
negara Teluk mungkin harus menerima kenyataan baru ini setidaknya dalam jangka pendek untuk membatasi dampak buruk terhadap ekonomi global.
Poin-Poin Utama
- Profesor Mohamad Elmasry dari Doha Institute for Graduate Studies menilai reputasi militer AS rusak parah di mata internasional.
- Serangan AS terhadap Iran pada Februari menyebabkan kerusakan permanen pada citra kekuatan militer AS.
- Trump mengklaim kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz lebih sering, tetapi data pelacakan menunjukkan sebaliknya.
- Hanya sedikit kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz setelah serangan tersebut.
- AS mengerahkan kekuatan penuh untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
- Upaya AS tidak mampu memulihkan lalu lintas pelayaran hingga mendekati tingkat normal.
- Iran kecil kemungkinannya untuk mengalah pada tuntutan Amerika Serikat.
- Alan Eyre, mantan diplomat AS dan peneliti di Middle East Institute, mengatakan Iran tidak akan melepas kendali atas Selat Hormuz.
- Teheran memandang Selat Hormuz sebagai sumber utama pencegahan strategis.
- Prioritas utama Iran adalah mencegah serangan di masa depan oleh AS dan Israel.
- Kontrol atas Selat Hormuz dianggap Iran sebagai satu-satunya cara mencegah serangan.
- Kendali atas Selat Hormuz bukan aset yang akan Iran lepaskan.
- Washington dan negara-negara Teluk mungkin harus menerima kendali Iran atas Selat Hormuz dalam jangka pendek.
- Penerimaan terhadap kendali Iran diperlukan untuk membatasi dampak buruk terhadap ekonomi global.
- Upaya diplomasi telah beralih dari Washington ke negara-negara Teluk dan Irak.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di SindonewsHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.