Beranda Senin, 14 September 2026

!online

Internasional Negatif

AS Harus Terima 4 Kenyataan Akibat Perang Iran, dari Reputasi Rusak hingga Harus Akui Kekalahan

Senin, 14 September 2026, 04:03 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

negara Teluk mungkin harus menerima kenyataan baru ini setidaknya dalam jangka pendek untuk membatasi dampak buruk terhadap ekonomi global.

Poin-Poin Utama

  • Profesor Mohamad Elmasry dari Doha Institute for Graduate Studies menilai reputasi militer AS rusak parah di mata internasional.
  • Serangan AS terhadap Iran pada Februari menyebabkan kerusakan permanen pada citra kekuatan militer AS.
  • Trump mengklaim kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz lebih sering, tetapi data pelacakan menunjukkan sebaliknya.
  • Hanya sedikit kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz setelah serangan tersebut.
  • AS mengerahkan kekuatan penuh untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
  • Upaya AS tidak mampu memulihkan lalu lintas pelayaran hingga mendekati tingkat normal.
  • Iran kecil kemungkinannya untuk mengalah pada tuntutan Amerika Serikat.
  • Alan Eyre, mantan diplomat AS dan peneliti di Middle East Institute, mengatakan Iran tidak akan melepas kendali atas Selat Hormuz.
  • Teheran memandang Selat Hormuz sebagai sumber utama pencegahan strategis.
  • Prioritas utama Iran adalah mencegah serangan di masa depan oleh AS dan Israel.
  • Kontrol atas Selat Hormuz dianggap Iran sebagai satu-satunya cara mencegah serangan.
  • Kendali atas Selat Hormuz bukan aset yang akan Iran lepaskan.
  • Washington dan negara-negara Teluk mungkin harus menerima kendali Iran atas Selat Hormuz dalam jangka pendek.
  • Penerimaan terhadap kendali Iran diperlukan untuk membatasi dampak buruk terhadap ekonomi global.
  • Upaya diplomasi telah beralih dari Washington ke negara-negara Teluk dan Irak.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#selat hormuz#donald trump#perang#geopolitik
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya