Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Politik Netral

Ekspor Minyak Saudi Kian Tertekan, Pangeran MBS Kunjungi Mesir Cari Dukungan

Rabu, 16 September 2026, 13:04 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Mandeb. Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengunjungi Mesir untuk mencari dukungan, dan kedua negara sepakat menjamin keamanan navigasi maritim di Laut Merah serta Selat Bab el-Mandeb. Mesir tidak mungkin memberikan bantuan militer, namun dapat memberikan dukungan politik di kalangan negara-negara Arab.

Poin-Poin Utama

  • Ekspor minyak Arab Saudi makin tertekan setelah Houthi didukung Iran menguasai Laut Merah.
  • Blokade Iran di Selat Hormuz sebelumnya sudah menghambat distribusi minyak dari negara-negara teluk.
  • Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengunjungi Mesir pada September 2026.
  • MBS bertemu Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi di Kairo untuk membahas kerja sama.
  • Keduanya menegaskan komitmen untuk menjamin kebebasan navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
  • Kunjungan MBS disebut sebagai tonggak sejarah baru dalam aliansi strategis Mesir-Arab Saudi.
  • Mesir dan Arab Saudi sepakat mendukung eksistensi negara bangsa serta memberantas terorisme di kawasan.
  • Bantuan militer Mesir kepada Saudi kemungkinan besar tidak akan direalisasikan.
  • Mesir berfungsi sebagai pusat mediasi pergolakan kawasan dalam tiga tahun terakhir.
  • Serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari memicu konflik berkepanjangan.
  • Selat Hormuz mengalirkan seperlima minyak dunia dan diblokade oleh Iran.
  • Houthi menguasai kota pelabuhan Mocha serta Pulau Hanish Besar dan Hanish Kecil di Laut Merah.
  • Selat Bab el-Mandeb kini menjadi jalur ekspor minyak alternatif Saudi.
  • Duta Besar Yaman untuk PBB mendesak penegakan embargo senjata terhadap Houthi.
  • Mesir dapat memberikan dukungan politik bagi Saudi di kalangan negara-negara Arab.
Tagar Terkait
#iran#selat hormuz#houthi#yaman#konflik timur tengah#laut merah#mesir#ekspor minyak#saudi arabia
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya