Ekspor Minyak Saudi Kian Tertekan, Pangeran MBS Kunjungi Mesir Cari Dukungan
Mandeb. Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengunjungi Mesir untuk mencari dukungan, dan kedua negara sepakat menjamin keamanan navigasi maritim di Laut Merah serta Selat Bab el-Mandeb. Mesir tidak mungkin memberikan bantuan militer, namun dapat memberikan dukungan politik di kalangan negara-negara Arab.
Poin-Poin Utama
- Ekspor minyak Arab Saudi makin tertekan setelah Houthi didukung Iran menguasai Laut Merah.
- Blokade Iran di Selat Hormuz sebelumnya sudah menghambat distribusi minyak dari negara-negara teluk.
- Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengunjungi Mesir pada September 2026.
- MBS bertemu Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi di Kairo untuk membahas kerja sama.
- Keduanya menegaskan komitmen untuk menjamin kebebasan navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
- Kunjungan MBS disebut sebagai tonggak sejarah baru dalam aliansi strategis Mesir-Arab Saudi.
- Mesir dan Arab Saudi sepakat mendukung eksistensi negara bangsa serta memberantas terorisme di kawasan.
- Bantuan militer Mesir kepada Saudi kemungkinan besar tidak akan direalisasikan.
- Mesir berfungsi sebagai pusat mediasi pergolakan kawasan dalam tiga tahun terakhir.
- Serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari memicu konflik berkepanjangan.
- Selat Hormuz mengalirkan seperlima minyak dunia dan diblokade oleh Iran.
- Houthi menguasai kota pelabuhan Mocha serta Pulau Hanish Besar dan Hanish Kecil di Laut Merah.
- Selat Bab el-Mandeb kini menjadi jalur ekspor minyak alternatif Saudi.
- Duta Besar Yaman untuk PBB mendesak penegakan embargo senjata terhadap Houthi.
- Mesir dapat memberikan dukungan politik bagi Saudi di kalangan negara-negara Arab.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.