Zulhas Bantah Ada Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ketum Parpol Koalisi Bahas RUu Pemilu
Undang Pemilu, dengan tegas menyatakan kabar tersebut tidak benar. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sejumlah politisi koalisi yang tidak menyangkal bahwa pertemuan para ketua umum partai berlangsung sekitar sepekan lalu untuk membahas isu ambang batas parlemen 4-5 persen, ambang batas pencalonan presiden, serta pemisahan pemilu lokal dan nasional.
Poin-Poin Utama
- Zulkifli Hasan membantah adanya pertemuan Presiden Prabowo dengan ketua umum partai koalisi untuk membahas RUu Pemilu.
- Zulkifli Hasan menyatakan kabar tersebut tidak benar dan qualify sebagai hoaks.
- Penyataan tersebut disampaikan seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 16 September 2026.
- Zulkifli Hasan juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.
- Beberapa politisi partai koalisi tidak menyangkal adanya pertemuan tersebut sekitar sepekan lalu.
- PDI-P merupakan satu-satunya partai politik yang tidak ikut serta dalam pertemuan tersebut.
- PDI-P adalah satu-satunya partai politik yang berada di luar pemerintahan saat ini.
- Dede Yusuf dari Partai Demokrat tidak membantah pertemuan tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 15 September 2026.
- RUu Pemilu yang tengah digodok Komisi II DPR menjadi topik utama dalam pertemuan.
- Salah satu isu yang dibahas adalah ambang batas parlemen.
- Sejumlah opsi dibahas meliputi putusan Mahkamah Konstitusi, masukan masyarakat sipil dan akademisi, serta implikasi penerapan 4 persen.
- Angka 4 hingga 5 persen menjadi opsi yang paling mengemuka untuk ambang batas parlemen.
- Dede Yusuf menilai angka 7 persen terlalu tinggi untuk ambang batas parlemen.
- Selain ambang batas parlemen, juga dibahas ambang batas pencalonan presiden dan pemisahan pemilu lokal dan nasional.
- Dede Yusuf berharap adanya pertemuan lanjutan antar-ketua umum partai politik koalisi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.