Sanksi Baru untuk Rusia Memukul India, China, dan Konsumen AS
Kongres Amerika Serikat menyetujui UU Lindsey Graham untuk Sanksi Rusia dan Iran 2026 yang mengenakan tarif 100 persen bagi lima negara pembeli minyak dan gas Rusia guna menekan Rusia mengakhiri perang di Ukraina yang sudah memasuki tahun kelima. Sanksi tersebut dinilai berdampak langsung ke China dan India, serta berdampak tidak langsung pada konsumen AS karena potensi penetapan tarif tambahan oleh Trump. Meskipun mendapat dukungan dari para aktivis pro-Ukraina, undang-undang ini membuat kubu Demokrat terbelah karena kewenangan besar yang diberikan kepada Trump dan kekhawatiran dampaknya terhadap sekutu AS di Uni Eropa.
Poin-Poin Utama
- Kongres AS menyetujui undang-undang sanksi baru untuk menekan Rusia menghentikan perang di Ukraina.
- Sanksi tersebut berupa tarif 100 persen bagi lima negara besar pembeli minyak dan gas Rusia.
- UU disetujui pada 16 September 2026 waktu setempat di Washington DC.
- UU itu dinamai UU Lindsey Graham untuk Sanksi Rusia dan Iran 2026.
- Rancangan UU lolos di Senat AS dengan perolehan 86 dukungan dan 11 penolakan.
- Di DPR AS, rancangan UU mendapat 262 dukungan dan 159 penolakan.
- Trump sudah setahun lebih menunda usulan sanksi sejak April 2025.
- Senator Lindsey Graham yang mengajukan rancangan UU tersebut meninggal pada Juli 2026.
- UU sanksi menyasar sektor energi, pertahanan, dan perbankan Rusia.
- UU juga menyasar Putin dan para pejabat tinggi Rusia.
- Armada bayangan yang mengangkut minyak Rusia untuk menghindari sanksi turut disasar.
- Pengecualian sanksi hanya bagi negara yang membeli kurang dari 15 persen produk gas Rusia.
- UU Lindsey Graham juga memperluas sanksi terhadap Iran.
- Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022.
- Serangan drone Rusia terhadap angkutan umum di dekat Kyiv menewaskan lima orang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.