Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Lingkungan Netral

FPHJ Minta Perusakan Hutan Jabar Ditelusuri hingga ke Pemodal

Kamis, 17 September 2026, 15:14 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

FPHJ meminta penegakan hukum terhadap perusakan hutan di Jawa Barat menelusuri pihak pemodal di balik aktivitas tersebut, bukan hanya pelaku di lapangan. Berbagai ancaman seperti perambahan, pertambangan tanpa izin, dan pembangunan permukiman di kawasan hutan dinilai mengancam lingkungan serta meningkatkan risiko banjir dan longsor. FPHJ juga menolak kawasan hutan lindung dan konservasi dijadikan objek reformasi agraria.

Poin-Poin Utama

  • FPHJ meminta penegakan hukum menelusuri pemodal di balik perusakan hutan di Jawa Barat.
  • Rapat kerja membahas penegakan hukum untuk keselamatan dan kelestarian hutan diadakan di Alam Santosa, Cimenyan, Kabupaten Bandung.
  • Rapat tersebut diselenggarakan pada Kamis, 17 September 2026.
  • Ancaman kawasan hutan Jawa Barat meliputi perambahan, pertanian, perkebunan, pertambangan tanpa izin, serta pembangunan permukiman dan vila.
  • Kerusakan hutan berpotensi menyebabkan banjir, longsor, kekeringan, dan sedimentasi.
  • FPHJ menolak penangkapan petani yang kemungkinan merupakan buruh tani yang dieksploitasi pihak tertentu.
  • FPHJ mendorong penegakan hukum menelusuri pihak yang memiliki modal dalam pemanfaatan kawasan hutan secara ilegal.
  • Gunung Papandayan, Cikuray, Gunung Salak, dan Halimun menghadapi berbagai gangguan.
  • FPHJ mendorong pengawasan dan penegakan hukum melalui koordinasi antarinstansi.
  • FPHJ menyetujui reformasi agraria yang ditujukan untuk keadilan pemanfaatan lahan dan kesejahteraan masyarakat.
  • FPHJ menolak kawasan berstatus lindung dan konservasi dijadikan objek reformasi agraria.
  • Situ Cisanti di Bandung Selatan merupakan contoh kawasan hulu Citarum yang memiliki fungsi lindung.
  • Perubahan fungsi kawasan lindung berpotensi meningkatkan longsor dan sedimentasi di Sungai Citarum.
  • Sekitar 154 operasi penegakan hukum kehutanan telah dilakukan di Jawa Barat.
  • Dari 154 operasi tersebut, 32 perkara telah mencapai tahap P21.
Tagar Terkait
#jawa barat#penegakan hukum#hutan#fphj#perusakan hutan#pemodal
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya