Di Sidang PBB 2026, RI Akan Bawa Pesan Ketahanan Nasional untuk Dunia
81 Majelis Umum PBB di New York pada September 2026 dengan membawa pesan utama tentang penguatan ketahanan nasional untuk mendukung ketahanan regional dan global. Dalam sidang tersebut, Indonesia juga akan menyampaikan pesan penguatan multilateralisme, inklusivitas, reformasi PBB, serta komitmen bagi perdamaian dunia termasuk Palestina. Melalui berbagai agenda dan pertemuan, Indonesia berharap dapat memperkuat kontribusinya secara efektif dan konkret bagi ketahanan global di tengah berbagai tantangan seperti guncangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan iklim.
Poin-Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono memimpin delegasi dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.
- Pekan Tingkat Tinggi berlangsung pada 22 hingga 28 September 2026 di New York, Amerika Serikat.
- Tema sidang adalah "Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers For All".
- Presiden Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dijabat oleh Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman.
- Sugiono dijadwalkan menghadiri sedikitnya 22 agenda kegiatan selama sidang berlangsung.
- Pesan utama Indonesia adalah penguatan ketahanan nasional untuk ketahanan regional dan global.
- Enam prioritas presiden sidang meliputi perdamaian, pembangunan berkelanjutan, iklim, HAM, tata kelola digital dan AI, serta reformasi PBB.
- Indonesia juga menyampaikan pesan penguatan multilateralisme, inklusivitas, dan reformasi PBB.
- Komitmen perdamaian dunia termasuk dukungan bagi Palestine menjadi bagian pesan Indonesia.
- Yvonne Mewengkang menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.
- Deklarasi New Delhi dari KTT BRICS ke-18 terdiri dari 140 paragraf.
- KTT BRICS ke-18 diselenggarakan di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026.
- KTT BRICS ke-18 dihadiri oleh Presiden Prabowo dan pemimpin negara-negara anggota BRICS lainnya.
- Isu perang di Timur Tengah menjadi sorotan dalam Deklarasi New Delhi.
- Dunia menghadapi guncangan geopolitik, konflik, ketidakpastian ekonomi, krisis pangan, dan perubahan iklim.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.