Pemkot Medan Bantu 278 Siswa Tebus Ijazah, Targetkan 1.000 Orang
Pemkot Medan menjalankan Program Tebus Ijazah untuk membantu lulusan SD dan SMP/MTs dari keluarga tidak mampu yang ijazahnya tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan. Program gagasan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap ini menargetkan 1.000 penerima manfaat pada 2026 dengan batas maksimal bantuan Rp2,5 juta per siswa, dan hingga kini sebanyak 278 siswa telah menerima bantuan tersebut. Program ini penting karena ijazah menjadi dokumen utama untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi dan keperluan administratif lainnya.
Poin-Poin Utama
- Program Tebus Ijazah dijalankan Pemerintah Kota Medan untuk membantu lulusan SD dan SMP/MTs.
- Program ini merupakan gagasan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap.
- Program menargetkan 1.000 penerima manfaat hingga 2026.
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan mencatat 278 siswa telah menerima bantuan.
- Proses verifikasi data masih berjalan hingga akhir tahun.
- Bantuan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah menyelesaikan masa studi.
- Ijazah tertahan karena siswa masih memiliki kewajiban administrasi di sekolah.
- Bantuan berdasarkan bukti tunggakan resmi yang diajukan sekolah.
- Bantuan mencakup tunggakan SPP dan biaya penunjang lainnya.
- Batas maksimal bantuan adalah Rp2,5 juta per siswa.
- Bantuan diberikan sesuai besaran tunggakan di administrasi sekolah.
- Pemkot Medan menyelesaikan seluruh kewajiban finansial alumni yang terdata.
- Tujuan program agar ijazah dapat segera diserahkan kepada siswa.
- Ijazah diperlukan untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi.
- Ijazah menjadi syarat utama untuk keperluan administratif setelah lulus sekolah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.