The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753
Nilai tukar rupiah melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis (17/9) setelah Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan bunga lanjutan memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Poin-Poin Utama
- Rupiah melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 17 September 2026.
- Pelemahan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.
- Penguatan dolar AS menjadi salah satu sentimen yang menekan mata uang Garuda.
- Pasar merespons positif pembicaraan antara Amerika Serikat dan kelompok Houthi.
- Amerika Serikat dan kelompok Houthi Yaman menggelar dialog pada akhir pekan.
- Houthi kembali menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata 2025.
- Houthi tidak akan menyerang kapal Amerika Serikat maupun Israel.
- Ketegangan terkait Selat Hormuz masih menjadi perhatian.
- Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz belum kembali ke level sebelum konflik.
- Komite Pasar Terbuka Federal menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
- Suku bunga the Fed menjadi 3,75% hingga 4,00%.
- Kenaikan suku bunga merupakan yang pertama sejak Juli 2023.
- Ketua the Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi masih menjadi perhatian.
- Bank sentral Amerika Serikat membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut.
- Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu terhadap sejumlah mata uang utama.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.