Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Ekonomi Netral

The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753

Kamis, 17 September 2026, 16:12 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Nilai tukar rupiah melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis (17/9) setelah Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan bunga lanjutan memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Poin-Poin Utama

  • Rupiah melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 17 September 2026.
  • Pelemahan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.
  • Penguatan dolar AS menjadi salah satu sentimen yang menekan mata uang Garuda.
  • Pasar merespons positif pembicaraan antara Amerika Serikat dan kelompok Houthi.
  • Amerika Serikat dan kelompok Houthi Yaman menggelar dialog pada akhir pekan.
  • Houthi kembali menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata 2025.
  • Houthi tidak akan menyerang kapal Amerika Serikat maupun Israel.
  • Ketegangan terkait Selat Hormuz masih menjadi perhatian.
  • Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz belum kembali ke level sebelum konflik.
  • Komite Pasar Terbuka Federal menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
  • Suku bunga the Fed menjadi 3,75% hingga 4,00%.
  • Kenaikan suku bunga merupakan yang pertama sejak Juli 2023.
  • Ketua the Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi masih menjadi perhatian.
  • Bank sentral Amerika Serikat membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut.
  • Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu terhadap sejumlah mata uang utama.
Tagar Terkait
#selat hormuz#houthi#inflasi#rupiah#the fed#dolar as#suku bunga#federal reserve#fomc#kevin warsh
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya