FPG MPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila-Karakter di Era Digital
nilai tersebut dengan praktik di lapangan, seperti maraknya fenomena masalah sosial di kalangan pendidik yang belum menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Guru Besar PPKn UNJ Prof Nadiroh menegaskan Pancasila harus tetap menjadi pilar utama dalam sistem pendidikan nasional, bukan sekadar dokumen yang dihafalkan. Di sisi lain, Cendekiawan Yudi Latif mengingatkan perlunya menata ulang filosofi dan praktik pendidikan nasional berlandaskan Pancasila guna merespons disrupsi kecerdasan buatan dan otomatisasi yang diperkirakan akan menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Poin-Poin Utama
- FPG MPR RI gelar Diskusi Publik berjudul 'Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional' di Hotel Santika Premiere, Tangerang Selatan, Banten.
- Sekretaris FPG MPR RI Ferdiansyah menekankan perlunya meninjau ulang strategi pembumian nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
- Ferdiansyah menyoroti jurang antara pengajaran nilai-nilai Pancasila dan fakta di lapangan.
- Ferdiansyah mencontohkan tingginya angka perceraian di kalangan pendidik sebagai cerminan belum terintegrasinya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
- Ferdiansyah menilai masyarakat Indonesia kerap membutuhkan dorongan aturan yang tegas sebelum akhirnya tumbuh menjadi kesadaran kolektif.
- Ferdiansyah mengusulkan perlunya standardisasi tindakan per sila yang lebih terukur.
- Ferdiansyah menyatakan ketidakdisiplinan dan kemalasan di dunia kerja merupakan pelanggaran terhadap etos Pancasila yang harus memiliki sanksi.
- Prof Nadiroh dari PPKn UNJ menegaskan Pancasila harus tetap menjadi pilar utama dan wadah pemayung bagi seluruh disiplin ilmu dalam sistem pendidikan nasional.
- Prof Nadiroh menyatakan program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan wajib dipertahankan dan diperkuat dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
- Yudi Latif mengingatkan pentingnya menata ulang filosofi dan praktik pendidikan nasional berlandaskan Pancasila guna merespons disrupsi AI dan otomatisasi.
- Yudi Latif mengutip Elon Musk yang memprediksi sebagian besar pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot humanoid dalam 5-10 tahun ke depan.
- Yudi Latif menyatakan pengalaman kemanusiaan, relasi sosial, serta makna dan tujuan hidup tidak bisa digantikan oleh AI.
- Dekan FISIP UNIS Tangerang Muhammad Ibrahim Rantau menilai tantangan pendidikan karakter berasal dari sistem pendidikan yang makin pragmatis dan komersialisasi.
- Ibrahim menyatakan tantangan nyata Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi terletak pada ketimpangan ekosistem dan orientasi pendidikan.
- Budayawan Ngatawi Al-Zastrow mengutip riset McKinsey Global Institute yang memprediksi 52% jenis pekerjaan akan hilang pada tahun 2030.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.