Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton
Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun dan menghasilkan energi hijau untuk menyuplai lebih dari 100.000 rumah tangga di Bogor Raya. Fasilitas ini ditargetkan mengurangi emisi karbon hingga 640.000 ton setara CO2 per tahun serta menekan kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir sampah hingga 80 persen. Proyek bernilai investasi Rp2,8 triliun ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja dan menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah perkotaan terintegrasi.
Poin-Poin Utama
- PSEL Bogor Raya 1 merupakan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik.
- Fasilitas ini ditargetkan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun.
- Jumlah sampah yang diolah setara dengan sekitar 45 persen timbulan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor.
- Proyek ini dirancang mengacu pada standar lingkungan hidup.
- Inisiatif ini menghasilkan energi hijau untuk menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor Raya.
- Keberadaan PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan mampu mengurangi emisi dari TPA hingga 80 persen.
- Proyek ini ditargetkan menekan emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun.
- Nilai investasi proyek ini mencapai Rp2,8 triliun.
- Proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja.
- Kebutuhan lahan TPA dapat dikurangi sekitar 80 persen.
- Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik.
- Pandu Patria Sjahrir merupakan Chief Investment Officer BPI Danantara.
- Proyek ini melanjutkan pengembangan solusi pengelolaan sampah dari Danantara di Kota Bekasi dan Denpasar Raya.
- Sampah yang sebelumnya berakhir di TPA akan diarahkan untuk diolah menjadi energi.
- Proyek ini bertujuan memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan emisi dan kebutuhan lahan TPA.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.