Menteri LH targetkan saldo sampah nol pada 2029 lewat Aneka Teknologi
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menargetkan saldo sampah di Indonesia menjadi nol pada tahun 2029 melalui penerapan berbagai teknologi pengolahan seperti Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, pirolisis, Refuse-Derived Fuel, briket, dan pelet. Program PSEL saat ini baru mencakup sekitar 60 kabupaten/kota, sementara sekitar 470 kabupaten/kota lainnya memerlukan solusi pengelolaan sampah sesuai karakteristik dan volume sampah masing-masing daerah. PSEL Bogor Raya 1 dirancang mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun dengan investasi sekitar Rp2,8 triliun dan menghasilkan listrik untuk lebih dari 100.000 rumah.
Poin-Poin Utama
- Target saldo sampah nol di Indonesia dijadwalkan tercapai pada tahun 2029.
- Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 berlangsung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
- Program PSEL baru mencakup sekitar 60 kabupaten dan kota.
- Sekitar 470 kabupaten dan kota lainnya masih membutuhkan solusi pengelolaan sampah.
- Berbagai teknologi pengolahan sampah meliputi pirolisis, RDF, briket, dan pelet.
- Pembangunan fasilitas pengolahan sampah membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
- PSEL Bogor Raya 1 dirancang mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
- Nilai investasi PSEL Bogor Raya 1 sekitar Rp2,8 triliun.
- Proyek PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan menghasilkan energi hijau untuk lebih dari 100.000 rumah.
- PSEL Bogor Raya 1 dapat mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir sekitar 80 persen.
- Sampah organik dapat menimbulkan bau dan persoalan lingkungan.
- Kementerian Lingkungan Hidup bertugas memastikan penanganan sampah berjalan sejak saat ini.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.