Politik Negatif
Antara Wapres Gibran, Kepala BGN, dan Empati untuk Korban Keracunan MBG
politis, sehingga menimbulkan kekesalan warganet atas pernyataan tersebut.
Poin-Poin Utama
- Keracunan makanan program MBG terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 13 Agustus 2026.
- Sedikitnya 269 murid dari lima sekolah tingkat SMA, SMK, dan SMP menjadi korban keracunan.
- Gejala keracunan meliputi gatal di mulut dan kulit, sesak napas, hingga muntah.
- Wapres Gibran mengunjungi RS Efarina Etaham Berastagi pada 11 September 2026.
- Gibran meminta maaf atas peristiwa keracunan kepada para orangtua korban.
- Gibran menyarankan korban membawa bekal dari rumah sampai kondisi benar-benar pulih.
- Gibran menyatakan komitmen pemerintah memenuhi kebutuhan obat dan rujukan korban.
- Percakapan Gibran dengan orangtua korban viral di media sosial.
- Banyak warganet memuji Gibran karena menunjukkan empati kepada korban.
- Kepala BGN Sudaryono menyebut keributan di medsos bergeser menjadi isu politik.
- Sudaryono menuding keributan keracunan MBG disebar oleh orang-orang berorientasi ideologis-politis.
- Warganet menunjukkan kekesalan atas pernyataan Sudaryono yang dianggap arogansi.
- Sugiat Santoso adalah Juru Bicara Partai Gerbera.
- Belum semua siswa korban pulih sepenuhnya meskipun sudah lebih dua pekan berlalu.
- Orangtua korban mengalami pembengkakan biaya rumah sakit dan kehilangan penghasilan.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di KompasHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.