Kami Bermain di Atas Orang Mati
anak menjadikan area pemakaman sebagai tempat bermain layang-layang dan menghabiskan waktu sore karena minimnya lahan bermain di Jakarta.Suasana di pemakaman ini tidak lagi terasa angker karena sudah menjadi tradisi turun-temurun bagi warga untuk berkumpul dan bermain di sana.Penelitian Litbang Kompas menemukan bahwa aksesibilitas taman publik di Jakarta masih timpang dengan skor indeks berkisar 0,1 sampai 2,83 yang menunjukkan aksesibilitas rendah-menengah di mayoritas wilayah.
Poin-Poin Utama
- Lahan bermain untuk anak di Jakarta semakin berkurang.
- Warga Prumpung, Jakarta Timur, memanfaatkan pemakaman sebagai area bermain anak-anak.
- Pada Jumat 18 September 2026 sore, anak-anak bermain layang-layang di TPU Prumpung.
- Dafi (11 tahun) membeli layangan baru seharga Rp 2.500 setelah kalah berduel layangan.
- TPU Prumpung berlokasi di Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.
- Setiap sore, anak-anak menjadikan area pemakaman sebagai tempat adu layangan.
- Warga bernama Deri mengakui area pemakaman sudah lama menjadi tempat kumpul dan bermain anak-anak.
- Remaja juga berkumpul minum dan makan di atas kuburan seperti nongkrong pada umumnya.
- Pedagang menjajakan berbagai makanan dan minuman di kawasan TPU Prumpung.
- Penelitian Litbang Kompas tentang aksesibilitas taman publik di Jakarta dilakukan pada Juni hingga Agustus 2025.
- Metode penelitian menggunakan M2SFCA, Moran's I, dan LISA clustering.
- Indeks aksesibilitas taman diukur berdasarkan waktu tempuh 10 menit dan jumlah populasi.
- Skor indeks aksesibilitas berkisar 0 hingga 100, semakin tinggi skor semakin baik aksesibilitas.
- Mayoritas wilayah Jakarta memiliki skor aksesibilitas taman berkisar 0,1 sampai 2,83.
- Kesulitan menemukan tempat lapang di Jakarta membuat lahan pemakaman berubah fungsi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.