Beranda Selasa, 22 September 2026

!online

Kesehatan Negatif

Memelihara Kucing Bikin Anak Cemas dan Tantrum? Ini Penjelasan Studi Terbaru

Selasa, 22 September 2026, 09:14 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Studi dalam jurnal World Journal of Pediatrics yang melibatkan hampir 1.900 keluarga dari proyek INMA di Spanyol menemukan bahwa kepemilikan kucing saat anak berusia 4-5 tahun berkaitan dengan peningkatan masalah kesehatan mental anak pada usia 7-8 tahun, berupa kecemasan, kesedihan, sikap menarik diri secara emosional (37 persen lebih tinggi), serta perilaku agresif dan kesulitan mengendalikan impuls (27 persen lebih tinggi). Hewan peliharaan lain seperti anjing, burung, hewan pengerat, ikan, dan reptil tidak menunjukkan pola serupa. Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan karakteristik kucing yang membutuhkan lebih sedikit interaksi, sehingga mengurangi kesempatan anak bermain di luar rumah dan memperoleh interaksi sosial, atau karena keluarga dengan anak bermasalah perilaku lebih memilih kucing sebagai hewan peliharaan yang relatif mudah dirawat.

Poin-Poin Utama

  • Studi dipublikasikan di jurnal World Journal of Pediatrics.
  • Peneliti memantau hampir 1.900 keluarga yang mengikuti proyek INMA di Spanyol.
  • Proyek INMA merupakan studi kohort ibu dan anak.
  • Kaitan kepemilikan kucing diamati saat anak berusia 4 hingga 5 tahun.
  • Masalah kesehatan mental teridentifikasi saat anak berusia sekitar 7 hingga 8 tahun.
  • Anak yang memelihara kucing cenderung lebih sering bertingkah laku negatif.
  • Anjing, burung, hewan pengerat, ikan, dan reptil tidak menunjukkan pola serupa.
  • Anak pemelihara kucing memiliki kemungkinan 37 persen lebih tinggi mengalami masalah internalisasi.
  • Masalah internalisasi meliputi rasa cemas, kesedihan, dan penarikan diri secara emosional.
  • Anak pemelihara kucing memiliki kemungkinan 27 persen lebih tinggi mengalami masalah eksternalisasi.
  • Masalah eksternalisasi meliputi perilaku agresif dan kesulitan mengendalikan impuls.
  • Peneliti Lucia Gonzalez menjelaskan bahwa kucing membutuhkan lebih sedikit perawatan dibanding anjing.
  • Perawatan kucing yang minim berpotensi mengurangi aktivitas luar rumah anak.
  • Pengurangan aktivitas luar rumah dapat membatasi interaksi sosial anak.
  • Keluarga dengan anak bermasalah perilaku dan emosional mungkin lebih memilih kucing karena mudahrawat.
Tagar Terkait
#kesehatan anak#kucing#kecemasan#studi ilmiah#masalah perilaku#world journal of pediatrics
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya