ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Mineral
Kementerian ESDM memperkuat tata kelola pertambangan melalui digitalisasi pengawasan dan pencatatan penerimaan negara untuk meningkatkan nilai ekonomi mineral nasional. Holding pertambangan MIND ID terbukti menyumbang lebih dari Rp98 triliun kepada negara sepanjang 2022-2024 melalui dividen, pajak, dan PNBP. Penguatan tata kelola diperlukan untuk mengatasi pertambangan ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.
Poin-Poin Utama
- Kementerian ESDM memperkuat tata kelola pertambangan untuk meningkatkan nilai ekonomi mineral nasional.
- Penguatan tata kelola dilakukan melalui digitalisasi pengawasan dan pencatatan penerimaan negara.
- Penataan tambang rakyat dan penegakan hukum terhadap pertambangan ilegal juga menjadi bagian penguatan.
- Pemerintah mendorong pengelolaan mineral agar tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.
- Sistem digital e-PNBP digunakan untuk pengawasan tata kelola pertambangan emas.
- Sistem digital memastikan aktivitas pertambangan yang sesuai ketentuan tercatat dengan baik.
- CORE Indonesia menilai penguatan peran MIND ID dapat meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan negara.
- MIND ID berperan sebagai agent of development dan perpanjangan tangan negara di sektor pertambangan.
- Enam perusahaan anggota MIND ID menyumbang lebih dari Rp98 triliun kepada negara sepanjang 2022-2024.
- Kontribusi tersebut berasal dari dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak.
- Pakar pertambangan mengingatkan kekayaan mineral Indonesia bersifat terbatas.
- Pertambangan ilegal berpotensi mengurangi sumber daya mineral dan merusak lingkungan.
- Nilai transaksi yang diduga terkait pertambangan emas tanpa izin mencapai Rp185,03 triliun pada 2023-2025.
- Total perputaran dana yang diduga dari PETI mencapai Rp992 triliun.
- Penguatan tata kelola perlu memastikan manfaat ekonomi bagi negara, penciptaan kerja, dan penguasaan teknologi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.