Hasan Piker dan Politik yang Selalu Online
Turki yang lahir di New Jersey pada 1991, membangun kehadiran besar di Twitch dan YouTube dengan memadukan politik kiri progresif, hiburan, dan budaya populer untuk menjangkau laki-laki muda yang jauh dari politik institusional. Pada Mei 2025, ia menjalani pemeriksaan panjang di Bandara Chicago setelah pulang dari luar negeri, di mana petugas menanyakan pandangannya mengenai Trump, Hamas, dan kelompok Houthi, yang ia anggap sebagai upaya menimbulkan efek gentar terhadap kebebasan berbicara. Pengalaman tersebut memperkuat tema yang sering ia sampaikan tentang hubungan antara kebijakan luar negeri Amerika, kekerasan negara, dan kekerasan kelompok non-negara.
Poin-Poin Utama
- Hasan Piker memiliki sekitar 3,1 juta pengikut di Twitch dan 1,8 juta pelanggan di YouTube.
- Hasan Doğan Piker lahir di New Jersey pada 1991 dari orang tua berkebangsaan Turki.
- Ia tumbuh besar di Istanbul dan Ankara sebelum pindah ke Amerika Serikat.
- Ayahnya adalah ilmuwan politik dan ibunya adalah sejarawan arsitektur.
- Ia lulus cum laude dari Rutgers University dalam bidang ilmu politik dan ilmu komunikasi.
- Ia bergabung dengan The Young Turks, jaringan berita progresif yang didirikan pamannya Cenk Uygur.
- Seri Facebook-nya yang bernama The Breakdown meraih puluhan juta tayangan.
- Pada 2020, Piker meninggalkan The Young Turks untuk melakukan siaran di Twitch.
- Ia melihat bahwa ruang daring interaktif banyak dikuasai suara ekstrem kanan.
- Ia melakukan siaran langsung setiap hari tanpa naskah dan membahas sosialisme, hak buruh, serta imperialisme.
- Ia merasa nyaman dalam budaya kebugaran, mode, permainan video, dan budaya bro.
- Piker menggambarkan dirinya sebagai Muslim kultural, bukan pengamal ritual yang ketat.
- Pada Mei 2025, ia diperiksa selama lebih dari dua jam di Bandara Chicago setelah kembali dari luar negeri.
- Petugas bandara menanyakan pandangannya mengenai Trump, Hamas, dan kelompok Houthi.
- Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan pemeriksaan tersebut bersifat rutin dan sah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.