Beranda Selasa, 29 September 2026

!online

Tekno Netral

KNKT Ungkap 6 Penyebab Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi

Selasa, 29 September 2026, 10:06 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

KNKT merilis hasil investigasi kecelakaan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur pada 27 April. Keenam faktor utama yang berkontribusi adalah masalah desain persinyalan yang tidak mendeteksi kondisi bahaya, kegagalan komunikasi darurat akibat penggunaan panggilan individual dan kualitas radio buruk, ketiadaan prosedur tetap pertukaran informasi antar pengendali, visibilitas malam hari yang rendah, serta keraguan masinis dalam menerapkan pengereman darurat di jalur lengkung. KNKT merekomendasikan perbaikan sistem desain persinyalan, standarisasi komunikasi radio, dan pelatihan pengereman darurat bagi masinis untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Poin-Poin Utama

  • Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line terjadi di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 27 April.
  • KNKT secara resmi merilis hasil investigasi yang mengidentifikasi enam faktor utama penyebab kecelakaan.
  • Terdapat kondisi bahaya pada hubungan persinyalan antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur yang tidak terdeteksi sejak tahap desain.
  • KA 4B (Argo Bromo Anggrek) melaju dari Jalur III Stasiun Bekasi melalui Sinyal Keluar J12 yang menunjukkan aspek hijau.
  • Sinyal Blok B104 berikutnya menunjukkan aspek merah karena masih ada KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur.
  • Tidak adanya aspek kuning pada sinyal sebelumnya sebagai peringatan menyebabkan masinis tidak waspada.
  • Tinjauan desain persinyalan pada tahun 2021 dan 2022 tidak menyertakan status okupasi lintasan.
  • Masinis KA 5181B menggunakan panggilan individual, bukan panggilan darurat, saat melaporkan kejadian di JPL 86.
  • Proses klarifikasi dengan PPKP Selatan memakan waktu hingga 3 menit 20 detik.
  • Kualitas audio radio bermasalah akibat reverb dan volume kecil karena jarak mikrofon tidak sesuai standar.
  • Informasi mengenai tertahannya KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur akibat kerumunan massa tidak sampai ke PPKP.
  • Tidak terdapat prosedur tetap yang mengatur pertukaran informasi antara PPKP Selatan dan PPKP Timur.
  • Visibilitas malam hari dan light scattering pada kaca depan lokomotif menurunkan efektivitas Sinyal Pembantu UB104.
  • Masinis KA 4B ragu melakukan pengereman darurat di jalur melengkung karena khawatir risiko jackknife derailment.
  • Masinis belum pernah mendapatkan pelatihan khusus terkait skenario pengereman darurat di jalur lengkung.
Tagar Terkait
#transportasi#commuter line#knkt#argo bromo anggrek#kecelakaan kereta api#bekasi timur
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya