Ekonomi Netral
Dilema Pedagang di Tengah Fluktuasi Harga Beras
Poin-Poin Utama
- Handi (39 tahun) adalah pedagang beras di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur.
- Harga beras dari Pasar Induk Beras Cipinang turun menjadi Rp 700 ribu per 50 kilogram dari sebelumnya Rp 725—Rp 730 ribu per karung.
- Handi tidak menurunkan harga jual meski harga dari pasar induk turun.
- Harga jual beras Pandan Wangi dipatok Rp 15 ribu per liter dan Rojo Lele Super Rp 13 ribu per liter.
- Harga jual beras Merah Super dan Pera Super masing-masing Rp 16 ribu per liter.
- Harga jual beras Wangi Super dipatok Rp 18 ribu per liter.
- Keuntungan yang diambil Handi sekitar Rp 1.000 per liter.
- Harga plastik naik menjadi Rp 160 ribu per 100 kantong dari normal Rp 90 ribu.
- Omset penjualan Handi turun dari Rp 7 juta per hari menjadi Rp 3 juta per hari.
- Pedagang Pardi di pasar yang sama juga mengalami dilema serupa.
- Harga beras IR II Rp 12.500 per liter, IR I Rp 13 ribu per liter, Pandan Wangi Rp 15 ribu per liter, Ramos Bandung Rp 14 ribu per liter, dan Petra Rp 16 ribu per liter per 29 September 2026.
- Pardi mengalami penurunan pemasukan sekitar 20—30 persen saat harga beras tidak dinaikkan meski modal naik.
- Harga gabah kering panen ditetapkan resmi Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.
- Pardi menilai penetapan harga gabah mensejahterakan petani namun menekan pedagang.
- Sejumlah toko beras di Pasar Rawamangun mengalami kolaps hingga tutup.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di RepublikaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.