Ponpes Sunan Drajat Bawa Filosofi Sang Wali Menuju Kemandirian Ekonomi
Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, yang didirikan pada 1977, mewarisi filosofi memberi dari pendirinya, Sunan Drajat, untuk mencapai kemandirian ekonomi melalui puluhan unit usaha meliputi toserba, parfum, restoran, peternakan, konveksi, garam, hingga e-commerce. Pemberdayaan ekonomi ini memungkinkan pesantren memberikan subsidi sekitar Rp16 miliar per tahun untuk kebutuhan pendidikan dan pembangunan, sekaligus menghubungkan sekitar 250 UMKM di sekitar kompleks pesantren dalam ekosistem ekonominya.
Poin-Poin Utama
- Sunan Drajat adalah salah satu Wali Songo dengan nama asli Sayyid Raden Qosim.
- Beliau berhasil memajukan kesejahteraan sosial di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur.
- Ponpes Sunan Drajat didirikan pada tahun 1977.
- Filosofi Sunan Drajat adalah memberi, memberi, memberi, memberi.
- Gus Anas Al Hifni adalah Direktur Perekonomian Ponpes Sunan Drajat.
- Gus Anas bergabung dalam bidang perekonomian sejak 2018.
- Ponpes memiliki empat indikator bagi santrinya, meliputi berkepribadian santai, bermental entrepreneur, berwawasan global, dan berakhlakul karimah.
- Unit usaha awal Ponpes berupa Kopontren dan Toserba.
- Unit usaha Ponpes berkembang menjadi perdagangan, parfum, restoran, peternakan, konveksi, garam, dan e-commerce.
- Bank Indonesia membantu pembangunan Gedung Perekonomian dan distribution center.
- Perekonomian Ponpes dapat memberikan subsidi sekitar Rp 16 miliar per tahun.
- Sekitar 250 UMKM terhubung dengan aktivitas ekonomi Sunan Drajat.
- Setiap UMKM mendapat voucer belanja sekitar Rp 300 ribu per toko per tahun.
- Toserba Sunan Drajat memiliki jaringan sekitar 200 cabang.
- Ponpes memaksimalkan tenaga kerja lokal untuk mengurangi pengangguran di daerah setempat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.