Warga Jakarta Mulai Buru Masker Imbas Abu Anak Krakatau
Warga Jakarta berburu masker ke pedagang di kawasan kolong tol Andara, Pondok Labu, Jakarta Selatan, akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai menyelimuti wilayah Jakarta. Mereka menambah stok masker untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik yang diperkirakan berlangsung lama, sementara harga masker naik dan stok habis. Untuk menghadapi hujan abu, warga disarankan menggunakan masker debu, menutup pintu dan jendela rumah, mengurangi aktivitas di luar, membasahi abu sebelum membersihkan, menutup tempat penyimpanan air dan makanan, serta segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat.
Poin-Poin Utama
- Warga menyerbu pedagang masker di kawasan kolong tol Andara, Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada 6 September.
- Warga membeli setidaknya dua kotak masker berisi 50 potong per kotak.
- Pedagang juga menjual masker bungkusan berisi 10 potong.
- Masker yang biasa dibeli warga berharga Rp8.000.
- Stok masker di pedagang habis pada sore hari.
- Reino, warga Andara, menyebut rumahnya dipenuhi abu vulkanik sejak pagi.
- Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.
- Warga disarankan menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah.
- Warga diminta mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar.
- Ibu hamil dan warga dengan penyakit jantung atau paru-paru diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.
- Abu vulkanik harus dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan.
- Abu kering tidak boleh disapu karena partikelnya dapat beterbangan dan terhirup.
- Warga diminta menutup tempat penyimpanan air dan makanan.
- Air atau makanan yang terpapar abu vulkanik tidak boleh dikonsumsi.
- Warga dengan sesak napas berat, nyeri dada, atau iritasi mata yang parah diminta segera ke fasilitas kesehatan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.