Jangan Korbankan Masa Depan
Demonstrasi besar melanda Perancis bermula dari kekurangan guru di sekolah, kemudian meluas menjadi gerakan nasional yang melibatkan guru, siswa, orang tua, mahasiswa, dan aktivis buruh. Penyebabnya adalah kondisi ekonomi Perancis yang sulit akibat perang di Ukraina dan kenaikan harga energi sehingga pemerintah memangkas anggaran pendidikan. ARTICLE ini mengingatkan bahwa kesulitan ekonomi akibat perang berdampak panjang terhadap generasi muda yang seharusnya mendapat pendidikan unggul.
Poin-Poin Utama
- Demonstrasi besar di Perancis bermula dari kekurangan guru di SMA Créteil, pinggiran tenggara Paris.
- Gerakan protes dimulai pada Kamis, 17 September 2026.
- Sejumlah posisi guru di sekolah tersebut belum terisi.
- Aksi kemudian menyebar ke seluruh Perancis melalui demonstrasi, pemogokan, dan blokade sekolah.
- Pada 6 Oktober 2026, lebih dari 250.000 orang berunjuk rasa di seluruh Perancis.
- Sebanyak 56.000 orang berdemonstrasi di Paris.
- Selain guru dan siswa SMA, orang tua, mahasiswa, dan aktivis buruh ikut turun ke jalan.
- Utang Perancis mencapai 119 persen dari produk domestik bruto.
- Utang melonjak akibat imbal hasil surat utang yang meningkat dan beban bunga membesar.
- Perang di Ukraina dan kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah memperberat kondisi ekonomi Perancis.
- Perancis mengalami kenaikan uang pensiun dan biaya kesehatan.
- Kebutuhan pertahanan juga ikut bertambah.
- Efisiensi anggaran dilakukan dengan mengorbankan sektor pendidikan.
- Kaum muda mengalami penurunan kualitas pendidikan akibat penghematan.
- Kesulitan ekonomi akibat perang berdampak panjang terhadap generasi muda.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.