Hakim Afsel Raih Nobel Perdamaian, Israel Tuding Kebohongan Terbesar
Israel mengecam keras penganugerahan Nobel Perdamaian 2026 kepada hakim Mahkamah Internasional asal Afrika Selatan, Navi Pillay, yang menyebut penghargaan tersebut melegitimasi kebencian terhadap Israel dan merupakan propaganda kebohongan genosida. Pillay sebelumnya memimpin pengadilan genosida Rwanda dan komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyimpulkan bahwa genosida sedang terjadi di Jalur Gaza. Ketua Komite Nobel Norwegia memuji peran Pillay yang sangat penting dalam memastikan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida diadili.
Poin-Poin Utama
- Navi Pillay, hakim Mahkamah Internasional asal Afrika Selatan, meraih Nobel Perdamaian 2026.
- Israel mengecam keras penganugerahan Nobel Perdamaian kepada Pillay.
- Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Pillay berperan dalam demonisasi Israel.
- Israel menyebut penghargaan tersebut melegitimasi kebencian terhadap Israel.
- Israel membandingkan komite Nobel dengan Joseph Goebbels.
- Pillay pernah memimpin pengadilan genosida Rwanda.
- Pillay memimpin komisi PBB yang menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza.
- Pillay menjadi hakim dalam kasus tuduhan genosida di Myanmar.
- Ketua Komite Nobel Norwegia, Jorgen Watne Frydnes, memuji peran Pillay dalam memastikan kejahatan perang diadili.
- Pillay memimpin Komisi Penyelidikan Internasional Independen di PBB.
- Komite Nobel Norwegia berkedudukan di Oslo.
- Pengumuman penganugerahan dirilis pada 9 Oktober 2026.
- Tahun sebelumnya, komisi PBB menyimpulkan bahwa genosida sedang terjadi di Jalur Gaza.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.