Erupsi Gunung Anak Krakatau, 150 Ribu Penumpang Terdampak Penutupan 8 Bandara
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sementara delapan bandara dan mengganggu 467 penerbangan dengan dampak terhadap 150.000 penumpang. Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan prioritas utama, bandara tidak akan dipaksakan beroperasi jika sebaran abu vulkanik masih terdeteksi. Operasional penyeberangan Merak-Bakauheni tetap normal dengan pemantauan dampak abu vulkanik terhadap kesehatan penumpang dan awak kapal.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sementara delapan bandara.
- 150.000 penumpang terdampak penutupan bandara.
- 467 penerbangan terganggu: 58 internasional dan 409 domestik.
- Penutupan bandara dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.
- Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan keselamatan jadi prioritas pemerintah.
- Bandara tidak akan dibuka jika sebaran abu vulkanik masih terdeteksi dan paper test positif.
- Bandara Soekarno-Hatta ditutup pada 6 September 2026 pukul 13.23–17.30 WIB.
- Penutupan Soekarno-Hatta berdasarkan NOTAM A3348/26 yang menggantikan NOTAM A3346/26.
- Bandara Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu juga ditutup.
- Penerbangan dialihkan ke bandara alternatif seperti Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.
- Kementerian terus memantau aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik.
- Angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni masih beroperasi normal.
- Operasional penyeberangan tidak akan dipaksakan jika abu vulkanik berdampak pada kesehatan penumpang maupun awak kapal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.